BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Arwendi (30) warga Jalan Mangga, Gang Sirsak, Kelurahan Pasir Gintung, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, rela mencuri 35 keping papan kayu milik PT. KAI untuk biaya sekolah anaknya. Hal ini terungkap dipersidangan yang digelar di Pengadilan Negeri, Kelas 1A, Tanjungkarang, Selasa (13/11/2018). 

Di persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rebuli Sanjaya menghadirkan dua saksi yakni pegawai PT KAI, Sudarto dan orang yang menempati gudang milik PT. KAI atas nama Ratna Jumi.



Hakim Ketua Novian Saputra menanyakan kepada saksi Sudarto terkait kronologis kejadian pencurian tersebut dan jumlah papan kayu yang hilang beserta kerugian dari PT KAI.

Mendengar pertanyaan majelis Sudarto mengatakan bahwa seluruh jumlah papan kayu yang disimpan di gudang kosong milik PT. KAI berjumlah 40 keping dan hilang 35 keping kayu. Selain itu, pintu tralis gudang juga dicuri oleh terdakwa.

"Yang hilang 35 keping, jadi sisanya masih 5 keping di dalam gudang. Grendel kunci ada yang dirusak, pintu tralisnya sudah tidak ada. Perkiraan kerugian sampai Rp6,2 juta," kata saksi di persidangan. 

Sementara menurit Ratna Jumi perempuan yang menempati gudang tersebut mengatakan, terdakwa sempat menawarkan beberapa keping papan untuk dijual kepada saksi namun Ratna menolak tawaran itu. "Saya jual rongsokan, ditawarin papan ya saya enggak mau," ujar ibu paruh baya itu. 

Keterangan saksi Sudarto dibantah oleh terdakwa, karena menurut terdakwa  dia hanya mengambil 15 keping papan kayu dan merusak pintu tralis dengan menggunakan linggis tetapi tidak mengambil pintu tralis tersebut. "Saya ambil 15 keping saja, tapi kalau pintu tralis enggak saya ambil," katanya dihadapan Hakim.

Terdakwa yang kesehariannya bekerja sebagai pak ogah ini mengakui jika ia melakukan pencurian labtaran terdesak biaya sekolah anaknya, "Alasannya, untuk biaya anak saya sekolah karena mau bayaran sekolah. Tapi belum sempat dijual papan itu," kata dia.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR