KALIANDA (lampost.co) -- Meski sudah memasuki musim hujan, lahan sawah tadah hujan di sepanjang jalan lintas pantai timur (jalinpantim) kabupaten Lampung Selatan masih dibiarkan mangrak kekeringan.

Pantauan lampost.co pad Jumat (23/12/2018), ratusan hektar sawah tadah hujan yang membentang dari jalinpantim desa Way Sidomukti hingga desa Sumur kecamatan Ketapang masih mangkrak dengan dipenuhi rumput yang menguning.



Salah seorang petani padi di jalinpantim desa Sumbernadi, kecamatan Ketapang, I Ketut Sinde Atmite (45) mengatakan, kemarau panjang sangat berpengaruh pada sektor pertanian. Hamparan sawah tadah hujan sampai saat ini masih kekurangan air.

“Kami masih membiarkan sawah mangkrak karena tidak memiliki air untuk tanam padi efalau hujan mulai turun. Lahan masih kering, sehingga kami memilih mundur masa tanam sambil menunggu hujan turun dengan stabil,” kata Ketut kepada lampost.co, Jumat (23/11/2018).

Hal senada diungkapkan Ratimin (56), warga desa Bangunrejo, kecamatan Ketapang, yang memiliki sawah di sekitaran jalinpantim jembatan Way Lebungbuaya, kecqmatan Ketapang. 

Menurut dia, lahan masih kering sehingga masih diBBJiarkan mangkrak. Dikatakannya, masa tanam padi pada akhir tahun 2018 ini mundur dibandingkan tahun 2017 lalu.

“Tahun 2017 lalu, pada bulan Oktober sudah mulai tanam. Namun tahun ini, sampai akhir Novermber, lahan saja belum diolah. Jadi masa tanam padi pada tahun ini mundur dua bulan,” ucapnya.

 

 

EDITOR

Firman Luqmanulhakim

TAGS


KOMENTAR