KALIANDA (Lampost.co) -- Dampak cuaca tidak menentu, para petani cabai di Kecamatan Way Sulan, Lampung Selatan, merugi. Pasalnya, hasil panen petani setempat merosot tajam.

Salah seorang petani setempat, Simin (45) mengatakan pohon cabai berbuah sedikit dan kecil-kecil, bahkan ada yang membusuk. Hal itu disebabkan faktor cuaca tidak menentu serta tanaman cabai terserang hama.



"Karena cuacanya tidak menentu dan memicu timbulnya hama," ujarnya kepada Lampost.co, Kamis (12/10/2017).

Dijelaskannya, biaya tanam yang tinggi, membuat para petani setempat merugi dan kapok menanam cabai kembali. "Modalnya tinggi, hasilnya kami rugi, banyak yang kapok," kata dia.

Hal senada diungkap petani lainnya, jika selain faktor alam yang kurang bersahabat, para petani kurang pengetahuan mengatasi serang hama seperti saat ini. "Kami kurang pengetahuan mengatasi hama," kata Rohimah (42) warga Desa Pamulihan, kecamatan setempat.

Petani setempat, kata dia, merasa belum pernah diperhatikan pemerintah selama ini. Mereka menanam cabai belajar secara autodidak atau belajar sendiri. "Kami belajar sendiri dan saling berbagi pengalaman dengan para petani," katanya.

Mereka berharap pemerintah melalui dinas dan instansi terkait memberikan bimbingan dan penyuluhan mengatasi serangan hama. "Kami harap diberikan bimbingan dan penyuluhan mengatasi permasalahan tanaman cabai," kata dia.

Dikatakannya, tanaman cabai merupakan geliat perekonomian masyarakat setempat selama ini. Karena dalam satu musim, rata-rata seluruh petani di Kecamatan Way Sulan, menanam cabai.

"Perekonomian di sini terdongkrak dari tanaman cabai. Kalau petani merugi, perekonomian lesu," ujarnya.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR