KALIANDA (Lampost.co) -- Kondisi cuaca tak menentu yang terjadi beberapa hari terakhir ini, mengakibatkan hasil tangkapan ikan para nelayan di wilayah pesisir Timur, Kabupaten Lampung Selatan turun drastis.

Para nelayan mengaku rugi karena hasil tangkapan tak sebanding dengan biaya bahan bakar perahu dan biaya lainnya selama melaut. Seperti dialami para nelayan di Desa Ketapang, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan. Para nelayan di pesisir Timur ini mengeluhkan hasil tangkapan ikan yang anjlok akibat cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini.



Menurut Yanto, cuaca kadang normal terkadang ekstrim membuat ikan pindah ke tempat lain. “Dalam kondisi cuaca normal setiap perahu nelayan yang melaut bisa membawa pulang ikan seberat 30 hingga 70 kilogram. Namun dalam kondisi cuaca buruk ini kami hanya mampu membawa hasil ikan di bawah lima kilogram,” kata dia di dermaga TPI desa Ketapang, Minggu (8/7/2018).

Hal senada dikatakan Ramli, nelayan lainnya. Akibat gangguan cuaca, ujar dia, banyak nelayan yang memilih memanfaatkan waktu untuk memperbaiki jaring atau hanya mencari kerang di laut perairan selat sunda. Menurut dia, beberapa hari terakhir ini hasil tangkapan ikan para nelayan pesisir Timur, Kecamatan Ketapang anjlok lantaran cuaca.

“Saya mending menambatkan perahu dan diam dirumah dari pada nekat melaut ujung-ujungnya rugi, karena hasil tangkapan paling banter dapat 5 kilo, sementara untuk biaya BBM perahu saja habis Rp100 ribu belum yang lainnya,“ tandasnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR