KRUI (Lampost.co) -- Gelombang tinggi yang terjadi beberapa waktu lalu berdampak di daerah yang berada di wilayah pesisir pantai. Mulai dari sektor perikanan, pertanian, sampai pembangunan.  

Hal itu juga terjadi di Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), gelombang tinggi (rob) berakibat pada jalan lintas pantai Barat (Jalinpanbar) dan hampir memakan korban, kemacetan arus lalulintas pun terjadi pada waktu itu.  



Dan hal itu juga ikut berpengaruh pada nelayan setempat, hasil tangkapan mereka sempat menurun saat cuaca buruk. Banjir rob membuat nelayan urung untuk melaut menangkap ikan, Namun saat ini gelombang tinggi sudah mulai menurun. Nelayan sudah kembali lakukan aktifitas menangkap ikan seperti biasanya.  

Hal lain juga terlihat pada penyebrangan menuju Kecamatan Pulau Pisang. Di Pelabuhan Tebakak, Kecamatan Karyapenggawa, kegiatan penyebrangan dengan menggunakan jukung (kapal tradisional) saat ini mulai beranjak normal. Namun antisipasi terhadap adanya perubahan cuaca harus tetap diberlakukan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesibar, Syaifullah menegaskan, bahwa perubahan cuaca dan gelombang tinggi kapan saja dapat terjadi, maka nelayan di Pesisir Barat harus tetap waspada dan disarankan untuk tidak lakukan aktifitas melaut saat rob.

“Untuk saat ini cuaca sudah kembali normal, nelayan di Pesisir Barat sudah kembali lakukan aktifitas seperti biasa. Namun tetap kita menghimbau tetap waspada takut terjadi gelombang tinggi seperti kemarin. Terutama juga pada aktifitas penyebrangan menuju pulau pisang,  jika cuaca tidak bagus,  jangan paksakan membawa penumpang menyebrang, sebab dapat membahayakan,” tegasnya, melalui pesan WhatsApp,  Rabu (8/8/2018).

 

 

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR