KALIANDA (Lampost.co)--Cuaca tak menentu dan cenderung ekstrem, ratusan nelayan di pesisir timur kabupaten Lampung Selatan berhenti melaut.

"Sudah sejak Sabtu (16/9) sore, kami tidak tidak berani turun ke laut, cuaca ekstrem," kata nelayan di Paret 5 Desa Berundung, kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, Rohman (45) kepada Lampost.co, Senin (18/9/2017).



Ia menjelaskan, nelayan di pesisir timur Kecamatan Ketapang baru berani melaut sepekan lalu, menyusul kondisi cuaca yang mulai membaik. Namun sejak tiga hari ini, nelayan dengan perahu kecil terpaksa berhenti mencari nafkah setelah cuaca ekstrem kembali melanda perairan Selat Sunda.

"Kalau kapal nelayan besar masih berani melaut, kalau kami nekat melaut dengan perahu kecil bisa  pulang hanya tinggal nama saja," katanya.

Hal senada diungkapkan sejumlah nelayan lainnya di Desa Ketapang, kecamatan Ketapang, Lampung Selatan. Mereka memilih tidak melaut karena kondisi perairan selat sunda sedang mengalami ombak besar dan angin kencang.

"Walau perahu kami lumayan besar, namun kami memilih tidak mencari ikan karena kondisi perairan selat sunda masih terjadi gelombang besar dan angin kencang, sehingga  berbahaya bagi keselamatan nelayan," kata seorang nelayan desa Ketapang, Saiful.

Menurutnya, kecepatan angin yang mulai melanda perairan sejak Sabtu (16/9) sore itu diperkirakan mencapai 30 sampai 50 km per jam. Kecepatan angin tersebut, ujar dia, bisa membuat ketinggian gelombang mencapai 3-4 meter.
"Kalau di sekitar gunung anak krakatau, gelombang bisa mencapai 3-4 meter. Kami sering menangkap ikan di perairan sekitar krakatau ataupun pulau Sertung. Disana ikannya melimpah. Namun tiga hari ini libur dulu karena faktor cuaca," ujar Saiful.

Saat ini, imbuhnya, aktivitasnya hanya sekedar memperbaiki jaring yang rusak dan memperbaiki mesin kapal, serta ada juga sebagian nelayan mencari pekerjaan lain untuk mencukupi kebutuhan keluarga.
"Sambil menunggu kondisi cuaca membaik, kami memanfaatkan waktu untuk memperbaiki jaring dan mesin perahu yang rusak," katanya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR