KALIANDA (Lampost.co) -- Akibat cuaca ekstrem yang melanda perairan Lampung, harga ikan di sejumlah kecamatan kabupaten Lampung Selatan naik 30% dari sebelumnya.

Para pedagang menilai harga ikan akan semakin melambung jika angin kencang yang berpotensi meningkatkan tinggi gelombang masih terjadi hingga dua pekan kedepan.



“Jika dalam dua pekan kedepan cuaca buruk masih terjadi, kami perkirakan harga ikan makin mahal,” kata salah satu pedagang ikan di Ikan dipesisir desa Canti, kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Idun kepada Lampost.co, Rabu (5/9/2018).

Hal senada diungkapkan Joni  seorang pedagang di pelelangan ikan dermaga Bom Kalianda . Menurutnya berkurangnya pasokan ikan dari nelayan membuat pelelangan ikan dermaga bom sepi.
“Biasanya ikan terkumpul 5 sampai 8 ton setiap hari. Namun sejak cuaca eksrem hanya 1 ton. Akibatnya harga ikan rata rata naik 30 persen,” kata Joni yang juga seorang nelayan.

Seperti harga ikan Simba yang semula Rp 40 ribu per kilogram naik menjadi Rp 52ribu per kilogram. Kenaikan harga rata rata 30 persen juga terjadi pada ikan kakap, tengiri, selar, kembung dan ikan laut lainnya.

Meroketnya harga ikan, menurut para nelayan di pesisir timur maupun pesisir barat kabupaten Lampung Selatan dampak dari cuaca buruk yang terjadi sejak beberapa hari terakhir ini. Ombak laut, ujar mereka  mencapai 2 hingga 3 meter diperairan kabupaten Lampung Selatan  dengan disertai angin kencang berkecepatan hingga 25 knot per jam. Kondisi ini membuat ribuan nelayan di dermaga bom kalianda, dermaga Canti kecamatan rajabasa, dan Bakauheni tidak berani melaut.

”Sebagian nelayan masih ada yang nekat melaut, namun tidak lebih 3 mil dari pantai, sehingga hanya dapat sedikit ikan. Sebagian lagi memilih memperbaiki alat tangkap ikan sambil nunggu cuaca normal,” ucap Sahroni, nelayan di pesisir Rajabasa, kabupaten  Lampung Selatan. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR