METRO (Lampost.co)-- Wali Kota Metro, Provinsi Lampung Achmad Pairin mengingatkan calon pegawai negeri sipil yang baru menerima surat keputusan (SK) untuk menjalani tugasnya sesuai pilihan serta lokasi tempat kerja dan jangan minta pindah tugas. 
 
"Jangan baru sampai satu tahun, sudah minta pindah. Otomatis akan mengurangi jumlah pegawai lagi. Karena dari kuota 256 hanya terpenuhi 250. Karena pilihannya sudah di Kota Metro, ya jalani tugasnya sesuai dengan pilihannya," kata Achmad Pairin di Wisma Haji Al-Khairiyah, saat menyerahkan petikan surat keputusan pengangkatan kepada 250 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Metro, Senin (11/3/2019). 
 
Ia mengatakan, seorang CPNS harus memiliki sikap disiplin, seperti disiplin waktu dan disiplin ilmu. Disiplin bukan hanya soal kedatangan, tetapi juga kerapihan berpakaian dan juga tanggung jawab.  "Karena waktu itu sangat penting. Tadi saat rakor, kepala dinas ini tidak ada yang terlambat sedikit pun. Kemudian, jaga nama baik kalian baik pribadi, keluarga, maupun pemerintah daerah, di lingkungan masyarakat maupun lingkungan pemerintah. Jangan sebentar-bentar minta pindah, jangan minta cerai. Lakukan yang terbaik dalam pekerjaannya," katanya. 
 
Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Metro Welly Adi Wantra mengatakan, CPNS baru di lingkungan Pemerintah Kota Metro berjumlah 252 orang. 
 
Rinciannya, 250 formasi umum serta dua orang dari Sekolah Tinggi Transportasi Daerah (STTD).  "Jumlah pegawai dari hasil seleksi CAT beberapa waktu lalu sebanyak 250 orang, dan dari STTD sebanyak dua orang. Jadi total 252 orang," ujarnya.  
 
Ia meminta untuk seluruh CPNS di lingkungan Pemerintah Kota Metro melapor ke masing-masing SKPD. "Mulai besok laporan ke masing-masing dinas, seperti tenaga guru melapor ke Dinas Pendidikan dan lainnya. Kemudian jangan lupa untuk menyusun SKP," kata Welly.  

Ia menambahkan, Kota Metro mendapatkan kuota untuk penerimaan CPNS Tahun 2018 sebanyak 256. Namun, terisi 250 calon pegawai, terdiri dari tenaga guru sebanyak 155 orang, tenaga kesehatan berjumlah 66 orang, dan tenaga teknis 31 orang.
 

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR