JIKA selama ini kalian mengenal seni gambar mural dengan media lukis besar, seperti tembok, Doodle Art menjadi tren baru dalam seni menggambar. Komunitas Doodle Art Lampung menjadi wadah para pencintanya. Coret-coret bersama menjadi cara melampiaskan kreativitas yang tidak berbatas.

"Lampung Doodle Art awalnya muncul dari Doodle Art Indonesia, dari iseng-iseng individu yang hobi coret-coret menggambar tipografi dan netring, kemudian berkembang luas sampai sekarang," ujar Ketua Doodle Art Lampung, Adel Lyberti, belum lama ini.



Meski terbilang baru, siapa sangka jika pencinta doodle art di Bandar Lampung makin berkembang. Hadirnya komunitas Doodle Art Lampung menjadi wadah yang makin menyatukan sesama pencinta seni coret-coret yang satu ini.

Adel menjelaskan saat ini doodle art terus merambah ke berbagai jenis gambar, mulai dari coretan gambar kartun, artistik, dan semua yang berkaitan dengan seni menggambar. Bahan utama yang dipakai untuk bisa melakoni hobi coret-coret tersebut, di antaranya pensil, drawing pen, spidol warna, brush color, dan skate book ukuran A5.

"Doodle dalam bahasa Inggris artinya coretan, kami ingin komunitas ini makin mendunia sehingga memakai istilah tersebut," ujarnya.

Terbentuk sejak 25 Agustus dua tahun silam, Komunitas Doodle Art Lampung kini mempunyai sekitar 120 anggota. Tidak hanya dari Bandar Lampung, anggota komunitas ini juga sudah menyebar di beberapa kabupaten, seperti Lampung Tengah, Tulangbawang, dan Pringsewu.

Sebagai agenda rutin, komunitas ini kerap mengadakan meet up atau kopi darat, tantangan menggambar secara daring, hingga kompetisi doodle art yang menggandeng komunitas lain. Selain kegiatan rutin, di bulan Ramadan, komunitas ini juga menggelar kegiatan bakti sosial.

"Kami biasa turun ke jalan membagikan takjil, kemudian membagikan makanan berbuka kepada pengemis dan pengamen."

Asah Keterampilan

Adel menambahkan khusus untuk mengasah keterampilan menggambar para anggotanya, setiap pertemuan diadakan belajar coret-coret bareng dan membahas materi doodle.

Untuk bisa bergabung dengan komunitas Doodle Art Lampung, caranya pun cukup mudah. Selain bisa bergabung melalui grup media sosial, seperti WhatsApp, juga bisa bergabung ketika sedang diadakan kumpul bareng.

"Semua boleh joint, baik yang sudah bisa maupun yang belum, nanti kita belajar bareng," ujarnya.

Menjelang ulang tahun kedua yang akan digelar Agustus mendatang, selain menggelar musyawarah besar komunitas Doodel Art Lampung, juga akan mengadakan rangkaian kegiatan mulai dari lomba basket, kompetisi BMX, musik, dan sebagainya.

Dari berbagai kegiatan tersebut, komunitasnya ingin terus mengenalkan seni corat-corat doodle art. "Mubes mendatang akan memilih pergantian ketua yang baru, harapan kami doodle makin dikenal masyarakat," kata dia. 

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR