HAI sahabat muda, mengawali Februari yang sering disebut bulannya cinta, ngomongin soal cinta yuk. Sahabat muda pasti pernah merasakan yang namanya jatuh cinta. Apalagi jatuh cinta untuk pertama kali alias cinta pertama (first love). Sebagian orang beranggapan cinta pertama tidak pernah mati (never die).  Cinta pertama itu begitu berkesan. Sebab, inilah awal mulanya merasakan jatuh cinta dan merasakan kasih sayang dari orang yang kamu anggap spesial. So, kalian setuju enggak sih cinta pertama itu enggak pernah mati? Apa dan bagaimana kesan cinta pertamamu?

Sahabat muda Dennis Prasetya mengaku kurang sependapat dengan istilah cinta pertama tidak pernah mati. Apalagi dengan istilah cinta pertama adalah cinta yang terakhir. Sebab, cinta pertama sebagai pembelajaran dan cinta kedua, ketiga, dan seterusnya merupakan fase dengan masa penjajakan ke arah yang lebih matang dan serius.
"Kalau aku enggak setuju cinta pertama dan terakhir. Karena cinta pertama sebagai awal kenalan dan jatuh cinta," kata pemuda yang kini aktif sebagai youtuber itu.
Dennis melanjutkan berawal dan belajar dari cinta pertama itulah banyak hikmah dan pelajaran yang bisa diambil. Sebab, banyak yang mengatakan bahwa cinta pertama diibaratkan sebagai cinta monyet, cinta-cintaan, bukan untuk serius.
"Jadi intinya cinta pertama itu ya cinta monyet, dan buat belajar. Kalau stalking mantan pertama enggak pernah, mungkin dia dulu setelah putus langsung dapat pacar jadi sudah ngerasa move on sih.”
Meskipun demikian, Dennis mengungkapkan cinta pertama tetap berkesan dan membekas di hati. Bagaimanapun, cinta pertama adalah pertama kali merasakan indahnya jatuh cinta.
Sahabat muda, Uswatun Sa'diah, mengakui dan menyepakati istilah cinta pertama tidak pernah mati. Sebab, kata dia, cinta pertama sangat berkesan dan akan selalu terkenang dan membekas. Kisah cintanya tidak pernah hilang.
"Kalau ditanya setuju enggak cinta pertama never die, jelas setuju banget dong sama kalimat itu. Bagaimana enggak, karena di situlah pertama kalinya merasakan jatuh cinta, dunia terasa indah. Maklum, saat itu perasaan lebih berperan besar dari pada logika," ujarnya.



Jebakan
Karena kesan yang begitu kuat itulah yang membuat sahabat muda terkadang terjebak dengan cinta alias gagal move on. Akibatnya, butuh waktu dan proses yang cukup lama untuk bisa move on dari mantan. Meskipun demikian, hidup harus terus berjalan dan harus segera move on dan merelakan yang sudah pergi.
"Pasti butuh waktu lama buat ngelupain orang yang disayang. Walaupun ada rasa kecewa, marah, sedih, tapi enggak mungkin berlarut sama kesedihan, disikapin saja dengan positif. Mungkin belum berjodoh, dan harapannya bisa dapat yang lebih baik.”
Uswatun juga mengungkapkan pada era digital dengan media sosial yang bertebaran di sana-sini mudah sekali mendapatkan informasi tentang mantan pacar. Ia mengaku pernah stalking, walaupun sekadar bertanya kabar.
"Stalking cinta pertama alhamdulillah sudah merelakan yang sudah hilang. Jadi enggak perlu stalking," kata dia.
Sedangkan sahabat muda Fitri Furi Arum tidak setuju dengan ungkapan cinta pertama tidak pernah mati. Menurutnya, yang lalu biarlah berlalu. Sebagai perempuan harus cepat move on dan tidak berlarut-larut dalam kesedihan. Sebab, hidup harus terus berjalan.
"Kalau aku, enggak setuju cinta pertama never die, cari yang lain, dan biasa aja. Stalking juga enggak. Karena kan sudah move on," ujarnya.


 

 

EDITOR

Iyar Jarkasih

TAGS


KOMENTAR