KALIANDA (lampost.co) -- Awal tahun 2018, di Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, memasuki musim durian. Durian yang kebanyakan berasal dari Desa Babatan, Kecamatan setempat dijual hingga keluar daerah.

Meski harga durian masih tergolong tinggi, namun minat masyarakat yang menyukai durian tidak pernah susut. Harga durian untuk ukuran sedang Rp35 ribu/buah, sedangkan ukuran kecil berkisar Rp25-30 ribu/buah.



Di Kecamatan Katibung, musim durian tahun ini tergolong bagus dibandingkan tahun sebelumnya. "Kalau tahun ini semua pohon berbuah lebat," kata Deki (30) salah seorang penjual durian, Minggu (7/1/2018).

Dijelaskannya, berjualan durian saat ini memanjakan konsumen. Sebab, setelah harga cocok dan memilih, durian tersebut langsung dibuka untuk dicicipi. "Kalau harga cocok, durian dipilih lalu kami bobok (buka) biar bisa dicicip, kalau manis mereka bawa, kalau kurang manis, pilih lagi," ujarnya.

Tradisi mencicipi durian sebelum membayar sudah berlangsung sejak beberapa tahun lalu. Istilah pembelian seperti itu yakni durian garansi, untuk meyakini pembeli. "Durian garansi sudah tradisi saat ini, dijamin manis, kalau tidak manis jangan dibeli, itu slogannya," kata dia.

Hal senda diungkapkan pedagang lainnya, jika hampir seluruh desa di Kecamatan Katibung sudah memasuki panen durian. "Panen durian sudah hampir merata disini," kata Juki (49) saat ditemui di alun-alun Kecamatan Sidomulyo.

Dijelaskannya, sentra buah durian di Kecamatan Katibung berada di Desa Babatan. Sehingga para pedagang setempat menjual durian hingga keluar daerah. "Kalau jualan di sana sudah kebanyakan, maka kami jual disini," kata dia.

 

EDITOR

Ricky Marly

TAGS


KOMENTAR