BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Perjuangan yang dilakukan salah satu siswa SMAN 1 Bandar Lampung dalam mengikuti Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FL2SN) tingkat SMA pada 26 Agustus hingga 1 September di Provinsi Aceh, berbuah manis. Medali emas mampu diraih dengan menyisihkan peserta dari 34 provinsi se-Indonesia.

Adalah Dinda Widia Putri, siswa kelas XII Jurusan IPA SMAN 1 Bandar Lampung, yang meraih medali emas pada lomba bidang seni Cipta Puisi pada FL2SN di Aceh. Melalui kompetisi yang cukup kompetitif ia mampu menyisihkan peserta lain yang juga memiliki kemampuan dibidang yang sama.



Ditemui lampost.co, Rabu (5/9/2018) di sekolahnya, putri dari Aswandi dan Dewi Astuti itu mengatakan meraih medali emas merupakan kado istimewa baginya, karena tidak terbayangkan bila ia akan dinobatkan sebagai peraih juara pertama lomba bidang seni Cipta Puisi oleh dewan juri pada FL2SN.

Menurut remaja kelahiran Bandar Lampung, 23 Mei 2001, hasil karya puisi berjudul Air Bah yang diciptakan pada ajang tersebut berisikan tentang banjir bandang menyerbu kota Jakarta dengan memporakporandakan tempat tinggal warga Jakarta, ternyata memperoleh nilai baik dibandingkan dengan peserta lain.

"Sebelum dinilai, peserta lomba diberikan tema yaitu mengenai bencana alam untuk diciptakan menjadi sebuh puisi. Saya teringat bencana banjir yang kerap melanda Jakarta. Dengan waktu sekitar 3 jam saya mampu menciptkan dan membacakan dihadapan dewan juri," ujar Dinda yang memiliki hobi menulis itu.

Ia mengatakan, sebelum diumumkan meraih medali emas, Dinda hanya menargetkan meraih medali perunggu pada ajang tersebut. Hal itu terjadi karena ia melihat peserta lain yang memiliki hasil ciptaan puisi yang tidak kalah menarik dengan ciptaan dirinya.

"Awalnya saya sudah pasrah dan tidak yakin menjadi juara pertama. Namun, dengan keyakinan yang kuat, saat diumumkan dewan juri akhirnya saya terpilih sebagai peraih medali emas bidang seni Cipta Puisi, dan itu sangat mendebarkan," kata Dinda yang bercita-cita menjadi Dokter itu.

Dengan meraih medali emas pada ajang tersebut, menurutnya semakin menguatkan tekadnya untuk terus berkarya menciptkan lebih banyak lagi puisi-puisi berkualitas agar dapat dimanfaatkan dan dinikmati oleh orang lain.

"Puisi berjudul Air Bah merupakan puisi ke-10 yang berhasil saya ciptakan dalam satu tahun terakhir. Ke depan seluruh puisi yang diciptakan harapannya dapat dibuat dalam bentuk buku, agar dapat dinikmati orang lain," kata dia.

 

EDITOR

Ricky Marly

TAGS


KOMENTAR