BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Bandara Lampung menghadirkan Mustakim (telah menjalani pidana penjara), rekan Deni Yansah terdakwa kasus pembegalan yang terjadi di Jalan Sultan Selamet Kelurahan Kedamian, Kecamatan Kedamaian Bandar Lampung pada 11 Januari 2015.

Di persidangan Mustakim menceritakan, jika perbuatan begal yang mereka lakukan sudah kali kedua aksi pertama berhasil mendapatkan sepeda motor, namun aksi yang kedua digagalkan oleh korban lantaran berteriak.



" Saya main ke rumah Rusalan, disitu ketemu Rusalan sama dia (terdakwa) ngajak kerja (membegal) saya mau. Rusalan nagasih sepeda motor sama senpi, terus kami berangkat," ujar Mustakim di persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Kelas 1 A, Tanjungkarang, Rabu (6/6/2018).

Di perjalanan terdakwa dan saksi Mustakim, bertemu Tamrin (DPO). Saat itu Tamrin hendak menumpang pulang. Ditengah perjalanan, kata dia, mereka berpapasan dengan korban Imron dan Desi, "Saya todong pakai senpi, pas itu senjata saya direbut saksi balik nodong, waktu itu perempuan yang dibonceng teriak minta tolong, dan saya ditangkap, dan Tamrin melarikan diri," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR