BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Literasi bukan sekedar membaca ataupun menulis tapi bagaimana masyarakat dapat memahami dan mengolah hasil bacaan atau tulisan tersebut. Sekalipun berbahasa Lampung, sebagai upaya melestarikan budaya lampung dengan mengembangkan budaya literasi berbasis kearifan lokal.

 Hal itu yang  menjadi dasar kegiatan Gerakan  literasi Berbasis kearifan lokal yang diselenggarakan oleh GPPK 1957 Provinsi Lampung bekerjasama dengan Para Relawan Literasi yang tergabung dalam Forum Literasi Lampung (FLL) juga Forum Taman Baca Masyarakat (TBM) Provinsi Lampung yang diselenggarakan di Gedung Golkar Provinsi Lampung, Selasa,17 Seprember 2019.




Hadir sebagai narasumber kegiatan tersebut diantaranya Rektor Universitas Muhammadiyah Lampung DR. H Dalman, M.Pd dan Gunawan Handoko,Ketua Komunitas Minat Baca Indonesia (KMBI) Provinsi Lampung, dan Eni Amaliah Founder Forum Literasi Lampung.

Literasi tidak hanya tentang membaca dan menulis saja, tapi diharapkan dengan mengikuti seminar Pendidikan, senin selain memahami  apa yang dimaksud dengan literasi ,   para Peserta juga memiliki nasionalisme dan mencintai budaya lokal. Sehingga literasi bukan hanya menjadi tugas pemerintah , tapi seluruh elemen harus terlibat dalam mencerdaskan anak bangsa melalui gerakan literasi ini. 

" Hal itu juga yang telah dilakukan oleh tim relawan literasi  di 15 Kabupaten/Kota di Lampung,   kami bertekad, kedepannya tidak Ada lagi masyarakat Lampung, terutama anak2 di Lampung, tidak lagi mengalami kesulitan untuk mendapatkan buku-buku bacaan sesuai dengan kebutihan dan minatnya." papar eni


Pihaknya mengklaim bahwa saat ini minat baca masyarakat  cukup tinggi, hal itu terbukti jika relawan literasi bergerak ke daerah-daerah pedalaman, dengan antusias masyarakat terutama anak-anak cukup tinggi untuk Membaca buku- buku yang tersedia.

" Kendalanya adalah karena lokasi yang tinggal dipedalaman, akses? informasi dari buku-buku bacaan  sulit didapat," jelasnya

Untuk itu, upaya yg dilakukan yang dilakukan selama ini khususnya oleh Forum Literasi Lampung dengan melakukan gerakan literasi dan kepedulian yang bergerak di 15 Kabupaten /Kota Se-Provinsi Lampung, yakni  dengan membentuk rumah baca, pojok baca, rumah literasi dan lain-lain, serta memberikan buku - buku bacaan yang dihimpun dari para donatur dan  tim relawan .

Saat ini juga di 15 Kabupaten/Kota  di Lampung telah  terbentuknya simpul literasi, serta tim relawan literasi.

" Setelah membentuk rumah baca  donasi  buku, dan sebagainya selanjutnya kami juga memberikan pelatihan pengelolaan perpustakaan, dan lain-lain, " paparnya. 

Sementara Ketua Panitia Pelaksana Srie Wedari berharap kegiatan Literasi ini bisa dilakukan secara terus menerus dalam mewujudkan Lampung membaca.

Menurutnya selain seminar, panitia  juga memberikan bantuan buku-buku untuk? 10 para penggiat literasi aktif yang memiliki rumah baca di Lampung.

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

TAGS


KOMENTAR