PENYAKIT setiap tahun dirasakan para ibu rumah tangga menjelang memasuki bulan puasa atau Ramadan. Mereka menjerit karena harga sejumlah bahan pokok yang menjadi langganan untuk memasak, seperti bumbu dapur, mulai merangkak naik.

Tak terkecuali di tempat tinggalku. Pas pagi hari saat tukang sayur keliling datang terdengar debat kusir di antara pedagang dan emak-emak. Mereka memperdebatkan soal harga yang mahal. Emak-emak yang kerap berbelanja mengeluhkan apa yang dibeli jumlahnya jauh berkurang dari biasanya.



Gimana ini mau dekat puasa harganya sudah naik duluan? Bagaimana pas puasa bisa-bisa lebih mahal lagi? Bisa pusing nih mengatur uang belanja!” kata salah seorang emak.

Sang pedagang pun sibuk untuk memberikan penjelasan. Dia beralasan harga naik karena sudah naik dari pasarnya karena persediaan yang berkurang.

“Ibu-ibu barangnya memang sudah naik dari sananya. Kalau saya mah cuma ikut saja. Sebenarnya, saya juga tak ingin menaikkan harga karena akan memengaruhi hasil penjualan, tapi bagaimana lagi sudah dari sananya naik,” alasan sang pedagang.

Ternyata, kenaikan harga terutama bahan bumbu dapur tidak hanya terjadi di daerah sekitar tempat tinggalku. Berbagai media juga memberitakan kenaikan harga sejumlah bahan bumbu dapur di sejumlah daerah di Indonesia.

Kenaikan harga menjelang bulan Ramadan memang seolah menjadi hal yang biasa setiap tahunnya. Penyakit itu terus berulang yang membuat emak-emak mengeluh.

Banyak pedagang beralasan naiknya harga karena stok yang mulai menipis. Kondisi cuaca yang tidak menentu seperti saat ini menjadi salah satu alasan. Kondisi tersebut tidak bisa dianggap sepele. Sebab, kebutuhan masyarakat, terutama kaum emak-emak, akan bahan untuk memasak sangat penting.

Perlu adanya tindakan nyata untuk mengatasi persoalan tersebut. Apa pun alasannya, kejadian tersebut tidak boleh terjadi.

Semua pihak, terutama pemerintah, harus cepat bertindak untuk mengatasi permasalahan tersebut. Jangan sampai persoalan tersebut terus berlarut yang bisa membuat masyarakat kian terpuruk.

Bahkan, pemerintah sudah membentuk tim pangan yang beranggotakan sejumlah pihak, termasuk kepolisian, baik di tingkat nasional maupun daerah. Tim ditugasi untuk mewaspadai kerawanan terkait pangan di masyarakat.

Situasi sekarang ini tim dituntut cepat bertindak mengatasi kenaikan harga tersebut. Yang pasti, dapat mencari solusi terbaik agar kondisi harga bisa kembali stabil sehingga tidak dikeluhkan emak-emak.

Sebab, kenaikan harga sangat mengganggu kestabilan kehidupan masyarakat, terutama golongan menengah ke bawah. Jangan sampai kondisi yang terjadi sekarang ini berlanjut.

Kita semua ingin kehidupan masyarakat bertambah baik. Semoga kenaikan harga tersebut cepat berlalu dan emak-emak tidak lagi ngomel setiap belanja bahan kebutuhan dapur.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR