BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Sidang lanjutan dengan agenda keterangan terdakwa pembunuhan terhadap pacar mantan istri bernama Nasrudin oleh Tarmiadi berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1 A, Tanjungkarang, Bandar Lampung, Selasa,17 September 2019.


Terdakwa dikawal oleh polisi bersenjata baik di dalam maupun di luar ruangan Yustisia. Terlihat ruangan sidang disaksikan pengunjung sidang dari pihak korban dan terdakwa. 



Terungkap dalam persidangan itu, berdasarkan pertanyaan dari ketua majelis hakim kepada terdakwa bahwa terdakwa melakukan pembunuhan terhadap pacar mantan istrinya karena cemburu terhadap hubungan keduanya.

 
Ketua mejelis hakim, Efiyanto bertanya kenapa terdakwa sampai melakukan pembunuhan terhadap korban, langsung dijawab oleh terdakwa karena terbakar api cemburu. 


"Karena saya cemburu,  yang mulia,  korban Nasrudin,pacaran sama man tan istri saya," kata terdakwa dalam keterangannya. 


Kemudian, ketua majelis hakim bertanya kembali. "Coba kamu ceritakan bagaimana, pembunuhan terhadap korban sehingga korban meninggal dunia.

 Terdakwa menjawab, awalnya ia hendak bertemu dengan anak pertamanya  untuk meminta handphone yang dipinjam.

Korban datang ke rumah mantan istrinya untuk meminta handphone tersebut. Namun ia tak menemui anak pertamanya melainkan bertemu mantan istrinya.

  "Kemudian saya pulang ke rumah dan balik lagi ke rumah mantan istri saya. Saya melihat ada korban,dia  sempat menegur saya dan bilang dia pacar mantan istri, dia bilang sayang sama mantan istri saya, terus saya tanya benar kamu sayang sama mantan istri saya, dia  jawab sayang. Dari situ saya cemburu dan ngambil pisau dan menusuk korban, "jelasnya. 


Terdakwa ditanya kembali terkait pisay yang dibawanya untuk menusuk korban. Terdakwa menjawab, pisau itu  memang selalu dibawa oleh nya untuk membuka jengkol saat berdagang.

 
" Saya tidak ada niat yang mulia, pisau itu selalu saya bawa karena saya dagang jengkol. Setelah saya tusuk,  saya langsung kabur pakai ojek karena gugup dan pisaunya masih nancap ditubuh korban. Saya kabur ke rumah saudara kemudian menyerahkan diri ke polisi, "ujarnya.

 
Sementara itu,  kuasa hukum terdakwa, Nurul Hidayah,mengatakan bahwa klaiennya tidak melakukan pem bunuhan berencana karena penganiayaan dilakukan secara spontan di lokasi, tepatnya di rumah mantan istrinya. 

" Klien saya tidak melakukan pembunuhan berencana,  karena penganiayaan itu,  secara spontan. Saya tegaskan,kalau berencana jelas terdakwa ada cek cok sebelumnya dengan korban. Itu tidak ada cek cok sebelummnya, "ujarnya. 

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

TAGS


KOMENTAR