SEBUAH penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Human Reproduction menyebutkan pria yang memakai celana pendek bokser memiliki jumlah sperma lebih tinggi dibanding dengan pria berpakaian ketat. Penelitian tersebut juga mengungkapkan bahwa pria yang mengenakan celana bokser juga memiliki tingkat hormon perangsang folikel yang lebih rendah.

Hormon itu merangsang produksi sperma sebagai kompensasi karena kerusakan testis akibat peningkatan suhu skrotum dan penurunan jumlah dan konsentrasi sperma. Penelitian tersebut melibatkan 656 pria berusia 18—56 tahun untuk meneliti sejumlah variabel yang belum dieksplorasi sebelumnya terkait dengan fungsi testis, seperti kerusakan DNA sperma dan hormon reproduksi.



Menurut tim peneliti Harvard, setiap orang memiliki indeks massa tubuh rata-rata 26. Sebanyak 53% pria bercelana pendek bokser lebih muda dan lebih langsing. Orang itu memiliki konsentrasi sperma 25% lebih tinggi dan 17% jumlah sperma lebih tinggi dari mereka yang bercelana ketat.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR