BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Usai bergulirnya rekapitulasi suara pemilihan kepala daerah (Pilkada) Lampung 2018 di ballroom Hotel Novotel yang dijaga ketat oleh anggota polisi. Pihak kepolisian tidak begitu saja mengendurkan penjagaan.

Kapolda Lampung Irjenpol Suntana melalui Kapolresta Bandar Lampung Kombespol Murbani Budi Pitono mengatakan, pihaknya siap siaga menjaga hal-hal yang tak dinginkan usai penghitungan suara. Apalagi sempat ada penolakan, dari saksi Paslon nomor urut 1 dan 2, sehingga bisa saja terjadi konflik, semisalnya penyerangan rumah pemenangan atau tempat masing-masing calon.



"Kita melaksanakan penjagaan lagi, kuatkan patroli dan koordinasi dengan pihak terkait, ya (red rumah pemenangan Paslon) kita jaga," ujarnya kepada Lampost.co di Novotel, Minggu (8/7/2018).

Setidaknya ada sekitar 1.800 personel gabungan Polresta Bandar dan Polda Lampung mulai dari Sat Sabhara, Sat Intel, Sat Reskrim, Sat Narkoba, Satpol Air dan Polresta lainnya siap melakukan penjajagaan. Polda Lampung juga menurunkan personil Ditshabara yang dilengkapi unit Satwa K9, Satbrimobda, Dirpamobvit, Dirreskrimum dan Sus, Ditintelkam, dan jajaran lainnya.

"Tadi pengamanan sekitar 1.800 personel, Alhamdulillah berjalan lancar pas pengamanan rekapitulasi suara. Nantinya jumlah personel ini tetap bergerak mengamankan titik rawan, baik rumah pemenangan, kantor KPU, Bawaslu dan titik-titik lainnya," kata alumnus Akabri 1995 itu.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR