BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Melakukan tindakan preventif dalam rangka mencegah peredaran narkoba di lingkup internal perusahaan dan wilayah kerja, ‎Dirjen perkeretaapian Kementerian Perhubungan bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Propinsi Lampung menggandeng PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan sosialisasi pencegahan dan penyalahgunaan narkoba dalam rangka meningkatkan keselamatan, keamanan, kenyamanan pengoperasian kereta api, bertempat di Kantor Divre IV Tanjungkarang, Jumat (24/8/2018).

Dalam sambutannya Manager humas Divre IV Tanjungkarang, Sapto Hartoyo menjelaskan bahwa dengan potensi pergerakan arus penumpang KA di Divre IV sebesar 750.000 orang per tahun serta tidak adanya pemeriksaan barang yang dibawa penumpang, tidak menutup kemungkinan transportasi kereta api dimanfaatkan oleh para bandar narkoba untuk mendistribusikan barang haram tersebut.



“Ini sudah pernah terjadi penumpang kereta api dari Palembang ditangkap setelah turun di stasiun Tanjung Karang dan didapati membawa 2 kg sabu”, jelas Sapto.

Sebelum sosialisasi para peserta yang berjumlah 100 orang terdiri dari awak operasional kereta api seperti masinis, kondektur, ppka dilakukan test urine. Menurut Sapto, bagian operasional dinilai paling vital.

"Kita bersyukur semua yang diperiksa negatif, sebab mereka yang mengecek kesiapan rel, operasional, sinyal, dan berbagai sarana yang ada. Kalau mereka pakai narkoba, pasti ada human error yang bisa membahayakan penumpang kereta api," jelasnya.

Sementara Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Propinsi Lampung, Ahmad Alamsyah mengungkapkan, kasus penyalahgunaan narkoba di Indonesia saat ini sudah semakin mengkhawatirkan. Sudah banyak korban berjatuhan akibat ketergantungan narkoba, yang sebagian besar di antaranya adalah kalangan generasi muda. 

“Kita lihat pegawai operasional di KAI sebagian besar adalah anak muda, jangan sampai generasi muda yang seharusnya menjadi tumpuan harapan bangsa, malah terjerumus ke dalam hal negatif seperti itu. Oleh karenanya, pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba merupakan kewajiban semua pihak," urai Ahmad.

Diakhir sosialisasi ahmad Alamsyah mengingatkan, awak KA jangan mau dijadikan kurir walaupun dengan upah yang menggiurkan, ini sangat mungkin terjadi karena para awak kereta api tidak mungkin dilakukan pemeriksaan oleh petugas pengamanan saat naik turun di stasiun. “Para bandar melihat potensi ini," harapnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR