KINI semua yang akan dibeli harus dicoba. Bahkan pedagang pun memberikan bahan untuk dicoba dan ditawarkan ke orang, sekalipun dia tidak berminta untuk beli.

"Nah, api bang limau sinji lain rasani injuk cecubaan jeno ya." Kacung merah-marah sendiri begitu sampai di rumah dari pasar. "Sialan. Kalau begini, bisa kapok nanti orang beli dagangannya," kata dia.



Tak lama muncul sahabatnya, Inem. Langsung bertanya, "Piye, Bang. Bagus kan jeruk yang dijual pedagang di pojok pasar itu?"

"Soalnya kemarin, waktu saya dengan majikan perempuan ke pasar dan mencobanya, rasanya manis," kata Inem.

Memang sehari sebelumnya Inem dan majikannya ke pasar untuk membeli keperluan dapur satu bulan. Saat di rumah, majikan perempuannya langsung ngomel-ngomel ke anaknya karena mengambil uangnya didompet. Apalagi uang itu memang sudah dihitung pas untuk membeli semua keperluan dapur di pasar termasuk uang cadangan.

Gara-gara uang cadangannya hilang, tak jadi majikannya membeli jeruk yang sudah dicicip dengan Inem. Jadi deh, Kacung kena sasaran ke pasar lagi untuk membeli jeruk.

"Itulah perempuan, cuma karena rayuan pedagang dan dikasih Cecubaan enak saja. Langsung tertarik. Padahal, nyatanya seperti ini rasanya, Nem," kata Kacung.

Langsung Inem mencicipi jeruk yang dibeli Kacung. "Legi ngene lo, Bang. Makanya ikhlas dong, jadi semua terasa enak," kata Inem. "Ini buktinya, saya makan enak kok rasanya."

Ternyata, karena Kacung menawar jeruk itu terlalu dan sambil marah-marah. Pedagang jeruknya mencampur buah yang dibeli kacung dengan yang kualitasnya berbeda. Tapi Kacung mendapat kelebihan dari hasil pembeliannya itu. "Ya sudahlah," Kacung pun pergi dari hadapan sahabatnya.

Di kamar, Kacung merenung. "Waduh. Mau nyoba-nyoba mendapat kelebihan, kok malah terjebak. Gimana ya," gumam Kacung. "Nem... Inem..." Kacung memanggil sahabatnya. "Iya bang..."

Akhirnya Kacung pun mengaku dengan Inem bahwa dia telah berbuat curang, mau mendapat kelebihan terlalu banyak. "Padahal saya sudah dikasih kelebihan untuk beli minum, kalau haus," keluh Kacung.

"Ya sudah, Bang, mudah-mudahan tidak terendus KPK. Jenderal saja nyerah kalau dengan KPK, karena memang dia salah. Kalau KPK kita kan : Kena Pecat (karena) Korup," kata Inem. Astagfirullah.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR