BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meluncurkan program pendidikan vokasi yang link and match antara industri dengan sekolah menengah kejuruan atau SMK untuk wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).

CCAI menjadi salah satu mitra dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang menjadi salah satu pilar utama dalam kebijakan pemerataan ekonomi, program direalisasikan antara lain melalui program pendidikan dan pelatihan vokasi.



Selama rentang waktu pelatihan 5 bulan, CCAI akan memberikan pelatihan kepada 50 orang siswa terpilih dan 5 orang guru terampil dari 5 SMK di Lampung dalam bidang maintenance and repair cold drink equipment (CDE). Program pendidikan vokasi bertujuan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) guna mengakselerasi penyediaan tenaga kerja yang terampil sesuai kebutuhan dunia industri.

Regional Manager West Indonesia Yayan Sopian CA mengatakan di Sumbagsel pihaknya memiliki lebih dari 25.038 unit aset pendingin yang dilengkapi teknologi energy management system (EMS) yang dapat menghemat lebih banyak konsumsi listrik dalam setiap unitnya dan tersebar dibeberapa outlet/toko untuk mendukung proses penjualan agar setiap produk yang disajikan dapat dinikmati kesegarannya, kondisi demikian sangat membutuhkan dukungan  tenaga pemeliharaan dan perbaikan asset yang berkala agar dalam pemanfaatanya bisa lebih optimal.

"Program vokasi ini diharapkan dapat melahirkan banyak peluang bagi anak muda terampil membangun kewirausahaan berbasis kompetensi," kata dia, Minggu  (3/6/2018).

Pada kesempatan hari ini, dilakukan serah terima bantuan sarana praktek dari CCAI kepada 5 SMK, yang diterima langsung oleh para kepala sekolah dari 5 sekolah penerima manfaat yang akan mendapat pendampingan dari CCAI, SMK Merbau Mataram, SMK Bina Latih Karya, SMKN 1 Natar, SMKN 2 Kalianda dan SMKN 2 Bandar Lampung. Bantuan diserahkan oleh Plant Operation Manager CCAI Teguh Widodo.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR