BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)-- Pengelolaan wisata konservasi yang berkelanjutan membutuhkan kerja sama yang serius antara para pemangku kepentingan dan masyarakat. Sebab, selain mendukung upaya pelestarian wilayah konservasi, pengelolaan wisata konservasi yang baik juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. 


Hal itu menjadi hasil diskusi dalam Pelatihan Wirausaha Seri 4 Edisi Ngabuburit yang diadakan Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) dan Harian Umum Lampung Post, Kamis (9/5/2019), di Warkop WAW Tanjungsenang, Bandar Lampung. Adapun topik yang diangkat dalam pelatihan yakni Kolaborasi Menata Ekosistem Wisata Konservasi untuk Sustainability Tourism di Lampung. 



CA Regional Manager West Indonesia CCAI Yayan Sopian menjelaskan kolaborasi menjadi kata kunci sukses dalam menata ekosistem wisata konservasi di Lampung. “Mari diskusikan untuk menata keberlanjutan wisata di Lampung lebih baik dan lebih menarik,” ujarnya. 

Pelatihan yang digelar dengan gaya diskusi tersebut menghadirkan beberapa narasumber, yakni Sumardi dari Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Adi Susanto dari Asita Lampung, Irham Prihadi dari Swiss-Belhotel Lampung, Sugiyo dari Wildlife Conservation Society (WCS), dan fasilitator pengamat ekonomi Unila Asrian Hendi Caya. 

Mawardi mengatakan Taman Nasional Way Kambas saat ini menyediakan paket wisata konservasi, seperti menanam padi, memandikan gajah, dan memberi makan gajah. Selain itu, desa-desa di sekitar TNWK juga mulai menyediakan paket wisata konservasi yang mendukung upaya pelestarian kawasan. “Wisatawan akan sangat tertarik apabila paket wisata di Way Kambas dapat dikemas lebih menarik dan diperkenalkan kepada publik, baik dalam negeri maupun mancanegara. Harapan kami TNWK dapat meningkatkan pendapatan yang diperoleh dari penyediaan wisata konservasi ini,” kata Sumardi. 

Sugiyo dari WCS mengatakan penataan wisata konservasi harus dilakukan dengan baik dan melibatkan masyarakat sekitar. “Bukan hanya upaya pelestarian kawasan dan gajah yang menjadi tujuan wisata konservasi ini, melainkan juga bagaimana masyarakat sekitar kawasan dapat memiliki tingkat perekonomian yang lebih baik,” kata Sugiyo. 

Sementara itu, Adi Susanto mengharapkan agar pengelolaan wisata konservasi di TNWK diperbaiki sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi lagi. “Bangun infrastruktur yang baik Way Kambas dan juga sumber daya manusianya dalam mengelola wisata konservasi gajah. Kemasan paket wisata juga diperbaiki dengan baik,” ujar pemilik Adiyatama Tour and Travel itu.

 

BERITA LAINNYA


EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR