KALIANDA (Lampost.co) -- Sekelompok lelaki dengan gigih membawa satu per satu karung gabah kering panen dari tumpukan di pelataran halaman Kantor Pelaksaan Penyuluhan Pertanian Kecamatan Palas, Lampung Selatan, Senin (3/12/2018).

Puluhan karung gabah dengan bobot berkisar 100 kilogram itu siap diangkut ke dalam bak truk terbuka, pemilik salah satu pengepul gabah. Puluhan karung itu menjadi tugas sekelompok pria itu untuk diangkut menggunakan panggul.



Sekelompok pria itu adalah para kuli panggul yang memanfaatkan musim panen untuk mencari nafkah. Rasa lelah saat membawa ratusan kilogram gabah mereka hiraukan demi mendapatkan rezeki.

Keringat yang bercucuran dari kepala mereka pertanda begitu berat tuntutannya dalam mencari nafkah. Tak begitu banyak hasil yang mereka bawa pulang kerumah.

Seperti yang diungkapkan, Rasum warga Desa Bandanhurip, Kecamatan Palas, Lampung Selatan yang kini berjuang mencari nafkah dari kuli panggul. Bapak tiga anak itu mengaku dalam waktu sehari semalam hanya mengumpulkan uang sebesar Rp300 ribu.

"Kalau sebagai upah sebagai kuli panggul ini hanya berkisar Rp300 ribu per orang. Tapi, terkadang bisa mencapai Rp500 ribu - Rp600 ribu per orang. Soalnya kami bekerja berkelompok," kata dia.

Dia mengaku setiap hasil sebahai kuli panggul ia kumpulkan untuk menafkahi anak dan istrinya, seperti kebutuhan sehari-hari. Bahkan, sebagian hasilnya ia tabungkan untuk keperluan yang mendesak.

"Pasti buat kebutuhan sehari-hari, mas. Kalau ada lebihnya saya tabungkan untuk keperluan mendesak. Kita tidak kedepannya akan terjadi apa-apa. Untuk itu kalau ada lebih saya tabungkan," kata dia.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR