Jakarta (Lampost.co) -- Polisi mengingatkan masyarakat, khususnya petani tak tertipu pupuk palsu. Asli tidaknya pupuk dapat dilihat secara kasat mata.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Adi Deriyan mengatakan, pupuk jenis SP.36 palsu cenderung berwarna hijau buram.

"Sedangkan pupuk asli warnanya cerah dan warna abu-abu," kata Adi di pabrik pupuk palsu kawasan Bulangkeng, Bekasi, Selasa 31 Oktober 2017.

Sementara, pupuk jenis NPK palsu berwarna merah muda. Padahal, pupuk asli harusnya warna orange.

Adi tak menyarankan masyarakat hanya melihat pupuk dari label yang tertera. Sebab, itu sangat mudah dipalsukan.

Polisi membongkar praktik bisnis pupuk palsu di Bekasi, Jawa Barat. Sebuah pabrik pupuk diduga palsu milik PT Bejo Slamet Jaya digerebek pekan lalu.

Sebanyak 110 ton diduga pupuk palsu disita petugas. Pupuk yang disita sudah siap edar ke Lampung dan Sumatera.

Polisi menangkap delapan orang dalam penggerebekan. Tapi, hanya pemilik pabrik inisial AR, 38, yang ditetapkan jadi tersangka. Atas perbuatannya, AR dijerat Pasal berlapis.

Sederet pasal yang dikenakan yakni Pasal 62 ayat (1) UU RI No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Pasal 60 dan 37 ayat (1) UU No 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman, Pasal 120 ayat (1) UU No 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, Pasal 113 UU RI No 7 Tahun 2014 tentang Pedagangan dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

loading...

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR