Mengajarkan anak untuk tidak gampang berbicara dan terbujuk dengan orang asing tidaklah mudah. Orang tua membutuhkan pendekatan yang lebih nyata untuk mengajarkan anak-anak mengenali perilaku yang mencurigakan dari orang asing.

Psikolog Elizabet Jeglic mengatakan hal terpenting yang perlu diketahui orang tua adalah bahwa 93% pelecehan seksual terhadap anak dilakukan oleh mereka yang dikenal anak, yakni keluarga, teman-teman, dan mereka yang kenal di lingkungan tempat tinggal.



Elizabet mengatakan sebenarnya cara melarang anak-anak untuk tidak berbicara dengan orang asing adalah salah. Ia menyarankan untuk mengajarkan anak-anak tentang persetujuan orang tua, dan bahwa tidak seorang pun boleh menyentuh mereka tanpa izin orang tua.

Tetapi, ancaman dapat datang dari mana saja. Sepertiga dari pelecehan anak di bawah umur, dilakukan oleh anak di bawah umur juga. Itulah sebabnya, meminta persetujuan orang tua ketika ada orang asing yang mendekati dan menawarkan sesuatu, merupakan konsep paling penting untuk melindungi anak-anak dari bahaya orang asing.

Ia menilai konsep persetujuan tersebut dapat membuat anak-anak memiliki kendali dan tanggung jawab atas tubuh mereka sendiri sehingga mampu menangani situasi yang membuat mereka merasa tidak nyaman. Sebagai orang tua, penting juga untuk memastikan bahwa mereka mendukung anak-anak yang melakukan kontrol atas tubuh mereka, termasuk untuk tidak memarahi anak ketika ia tidak mau mencium pipi kerabat jauh yang membuatnya tidak nyaman agar tidak mengganggu tentang apa yang mereka kontrol. Tidak melarang anak-anak yang tidak ingin dipeluk atau disentuh orang dewasa sesuai dengan kehendak anak, akan membantunya menangani situasi tidak nyaman lebih baik. Mereka juga dapat melaporkan kepada Anda situasi yang tidak nyaman tersebut sehingga orang tua dapat ikut campur tangan.

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR