KOTABUMI (Lampost.co) -- Capaian realisasi program nasional pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) di Kabupaten Lampung Utara mencapai 15.000 buku. Hal itu dikatakan oleh Kepala BPN/ATR setempat, Agung Purwanto usia mengikuti pelaksanaan rakor PTSL bersama camat dan kades di ruang Siger Setdakab setempat, Rabu (5/9/2018).

"Sampai saat ini kita menyelesaikan sekitar 15.000-an buku dari target nasional 50.000. Oleh karena itu pada hari ini kita melakukan rapat sosialisasu guna mendengarkan aspirasi masyarakat dalam mempercepat proses pencetakan sertifikat tanah," kata dia.



Berdasarkan hasil rapat koordinasi tadi, menurutnya, masih banyak ditemukan kendala dimasyarakat terkait belum diselesaikannya sertifikat tanah yang digelontorkan oleh pemerintah pusat itu. Seperti masalah di salah satu desa, ada warga yang enggan menerbitkan surat tanahnya karena takut akan menjadi bahan pertikaian anak-anaknya.

"Ya itu ada tadi kita ketemukan, ia sudah dipastikan memperoleh sertifikasi tanah dari pemerintah, namun belakangan enggan mengurus karena takut jadi rebutan anaknya. Inilah yang coba kita selesaikan dalam rakor ini karena dapat menghambat program nasional. Padahlakan sayang kalau harus kita pulangkan dana ini, karena masih banyak penduduk disini bel memiliki keabsahan kepemilikan tanahnya," terangnya.

Ia menjelaskan program pemerintah pusat itu tujuan banyak, salah satunya ialah untuk mengurangi sengketa masalah batas tanah. Oleh karena itu pihaknya menghimbau kepada aparat desa dan pihak terkait dapat memberikan pemahaman kepada warganya agar dapat berjalan dengan baik.

"Sayang kalau tidak digunakan, kan mubajir jadinya," tambahnya.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR