KALIANDA (Lampost.co)-- Calon legislatif (Caleg) DPR-RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Lampung, Imer Darius mangkir dari panggilan pertama Bawaslu Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (5/12) kemarin. 

Pemanggilan itu terkait dugaan dukungan dan mengkondisikan yang dilakukan lima orang oknum anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Rajabasa, Lamsel.



Hal tersebut diungkapkan, Ketua Bawaslu Lamsel Hendra Fauzi saat ditemui di Kantor Bawaslu setempat di Jalinsum Desa Palembangpang, Kecamatan Kalianda, Kamis (6/12/2018).

Hendra Fauzi mengatakan pihaknya telah melayangkan surat pemanggilan terhadap Caleg DPR-RI Imer Darius mengenai temuan dari Panwaslu Kecamatan Rajabasa beberapa waktu lalu. Namun, sangat disayangkan Caleg dari Partai Demokrat itu tidak hadir tanpa ada pemberitahuan. 

"Kami sudah layangkan surat pemanggilan kepada Caleg DPR-RI Imer Darius. Pemanggilan itu untuk meminta keterangan soal temuan Panwaslu Kecamatan Rajabasa adanya dugaan dukungan dan pengkondisian yang dilakukan penyelenggara di Kecamatan setempat," kata dia.

Dia mengatakan pihaknya akan kembali melayangkan surat pemanggilan yang kedua kalinya pada Senin (10/12/2018) mendatang. Setelah pemanggilan kedua itu, pihaknya berencana akan langsung memutuskan soal dugaan pelanggaran kode etik itu. 

"Sejauh ini kami sudah memanggil para terlapor dan saksi-saksi. Dimana, sudah ada sekitar 16 orang yang sudah dipanggil. Setelah ini diputuskan, kami akan memberikan hasilnya akan rekomendasikan kepada KPU Lamsel," kata dia. 

Ketika ditanya keterlibatan oknum Anggota KPU Lamsel, Hendra Fauzi mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya dugaan keterlibatan oknum Anggota KPU setempat.

"Sejauh ini belum ada laporan soal keterlibatan oknum KPU Lamsel. Bahkan, soal keterlibatan 6 PPK (Sidomulyo, Candipuro, Katibung, Ketapang, Sragi, dan Palas) yang kabarnya dipanggil KPU Lampung, kami juga belum ada laporan. Kami masih fokus temuan Panwaslu Kecamatan Rajabasa soal dugaan pelanggaran kode etik," kata dia. 

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR