LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 12 October
5684
Kategori Lampung
Penulis Juan Santoso
Editor Sri Agustina
LAMPUNG POST | Cairkan Dana Desa di BRI, Kepala Desa Keluhkan Pelayanan
Pencairan dana desa lewat bank di Mesuji dikeluhkan kepala desa. (Foto:dok.Lampost)

Cairkan Dana Desa di BRI, Kepala Desa Keluhkan Pelayanan

MESUJI (Lampost.co)--Beberapa kepala desa di Kabupaten Mesuji mengeluhkan layanan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Simpangpematang. Salah satunya, Kepala Desa Mulya Agung, Kecamatan Simpangpematang, Sonny yang sempat bersitegang dengan Kepala Cabang BRI di Simpangpematang, Kamis (12/10/2017).

Sonny yang sudah konfirmasi satu hari sebelumnya akan mencairkan Dana Desa (DD), hingga pukul 12.00 tidak juga terlayani. Padahal ia sudah mengantre sejak pagi hari.

Bahkan ia mengaku sudah menelepon Kepala Cabang BRI Simpangpematang, Agung, dan dipersilahkan mengambil DD tersebut.
"Dari kemarin saya sudah telepon, hari ini bisa diambil, ternyata sampai siang ini berkas saya tidak juga bisa diproses, saya tanya baik-baik, kasirnya malah ketus. Bilang bukan urusan saya. Saya langsung tanya kacabnya malah ngajak ribut," ujarnya didampingi istrinya.

Sonny minta agar dana desa tidak melalui BRI lagi karena hampir semua kepala desa mengeluhkan pelayanan di Simpangpematang.
Bahkan ia juga sudah melaporkan sulitnya pencairan dana desa Mesuji di bank plat merah itu  ke PMD.

Dihubungi terpisah, Kabid PMD, Taufiq Widodo, membenarkan adanya keluhan dari desa terkait lambatnya pencairan dana desa. "Ya, kita sudah tampung keluhan kepala desa. Saya sudah kontak kepala cabang yang di Tulangbawang untuk mengevaluasi pelayanan di unit-unit BRI di Mesuji dan Tulangbawang untuk mempermudah pencairan dana desa," katanya.

Ada Rp132 miliar dana desa se-Mesuji yang dikucurkan melalui BRI. "Sebelumnya, kita sudah MoU dengan pihak BRI agar memberi prioritas pencairan dana desa. Kalau terhambat seperti ini, kita minta ada evaluasi agar kedepan tidak terulang," ujarnya.

 Karena, pengalaman sebelumnya, kata Taufiq, pihak Pemkab Mesuji, kerja sama pencairan dana desa dengan salah satu bank. Karena pelayanan tidak maksimal akhirnya diputuskan dan dialihakan ke BRI. "Jangan sampai keluhan sulitnya pencairan ini terulang,"jelas dia.

Sebab kata Taufiq, dampaknya berkaitan langsung dengan tahapan pembangunan desa yang bersumber dari dana desa.

Sedangkan Kepala Cabang BRI Simpangpematang, Agung, mengatakan terjadi kesalahpahaman dengan salah satu kepala desa terkait pencairan dana desa.
"Saya sudah jelaskan, jika pencairan dana desa agar konfirmasi sehari sebelumnya, tapi ini tidak. Tiba-tiba datang minta pencairan Rp73 juta. Saya minta tunggu, karena kas kebetulan kosong,  kadesnya tidak sabar, jadi ada salah paham. Cuma gitu aja, tidak ada masalah lainnya," jelasnya.

LAMPUNG POST

BAGIKAN


TRANSLATE
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv