BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Calon gubernur Lampung dilarang menggunakan fasilitas negara dan melakukan politisasi birokrasi di Pilgub 2018. Terlebih, bagi kandidat yang menjabat sebagai kepala daerah.
Pengamat hukum tata negara Universitas Lampung, Iwan Satriawan, menilai cagub yang masih menjabat sebagai kepala daerah berpotensi melakukan penyalahgunaan wewenang dengan memobilisasi bawahannya serta menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan sosialisasi.
Dia juga prihatin dengan perilaku kepala daerah yang maju dalam Pilgub Lampung yang menebar atribut di kantor-kantor pemerintahan maupun di ruang publik lainnya. "Kita bisa lihat atribut bertebaran di mana-mana. Cagub seharusnya bisa memisahkan urusan pemda dengan urusan pilkada," kata Iwan, Jumat (29/12/2017).
Menurutnya, Bawaslu Lampung ke depan juga harus bertindak tegas memberikan sanksi kepada kandidat yang menggunakan fasilitas negara untuk kampanye maupun memobilisasi birokrasi untuk tujuan pemenangan.
"Sudah benar Bawaslu mengingatkan dan menyurati kandidat. Tapi, nanti kalau sudah ditetapkan oleh KPU, Bawaslu harus berani memberi sanksi tegas," ujar dia.
Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriyah mengatakan para kepala daerah di Lampung yang akan maju di pilkada harus hati-hati. Larangan memobilisasi ASN juga tertuang dalam instruksi Kemenpan-RB No. B/71/M.SM.00.00/2017 dengan tentang netralitas bagi ASN dalam pilkada serentak 2018. "Kami surati calon dan partai agar tidak melibatkan ASN dalam pemenangan," katanya.
Dalam Pilgub Lampung, hampir seluruh cagub berlatar belakang kepala daerah. Seperti petahana M Ridho Ficardo, Herman HN (Wali Kota Bandar Lampung), dan Mustafa (Bupati Lampung Tengah). Sementara Arinal Djunaidi tidak menjabat di pemerintahan karena sudah pensiun dari sekprov.
Berdasarkan informasi yang dihimpun lampost.co, sudah ada beberapa kepala dinas, kepala badan, maupun ASN lainnya yang terindikasi menjadi tim sukses. Bahkan, ada yang sudah dipanggil Panwaslu, seperti ASN di Bandar Lampung dan Lampung Tengah. 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR