BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bandar Lampung bersama Disdikbud Lampung berupaya memeroleh bantuan anggaran pemerintah pusat untuk pemeliharaan dan perawatan cagar budaya peninggalan sejarah di Bandar Lampung. 

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Bandar Lampung, Mastita menyampaikan hal itu kepada lampost.co, Selasa (28/8/2018). Adapun cagar budaya membutuhkan bantuan anggaran pemeliharaan menurutnya adalah rumah adat Kebandaran Marga, Resevior PDAM Way Rilau, Bunker Jepang, Goa Jajar, Goa jepit, dan Sumur Putri. Kemudian Gereja Marturia, Gereja Katedral, Bendungan Kali Akar, dan Kedatun Keagungan.



Selain cagar budaya menurutnya juga ada tempat wisata religi yakni Masjid Al Furqon, Masjid Al Abror, Masjid Al Anwar, Masjid Al Yaqin, makan Tubagus Makhdum, makan Daeng Muhammad Saleh, makan Muhammad Al Atas, dan vihara Thai Hin Bio.

Ia mengatakan, seluruh cagar budaya dan tempat wisata religi nantinya akan dibuatkan peraturan Wali Kota Bandar Lampung untuk mengatur dan melindungi peninggalan sejarah. “Kemungkinan di tahun depan baru dapat dilaksanakan sambil kami menunggu bantuan anggaran dari pemerintah pusat,” kata dia.

EDITOR

Abdul Gofur

TAGS


KOMENTAR