BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungkarang, menyatakan bahwa gugatan masyarakat Pasar Griya Sukarame bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung, tidak dapat diterima karena alasan gugatan mengandung cacat formil,
artinya gugatan tersebut tidak ditindaklanjuti oleh hakim untuk diperiksa dan diadili sehingga tidak ada objek gugatan dalam putusan untuk dieksekusi (NO).

Hakim Ketua Riza Pausi mengatakan bahwa gugatan masyakarat Pasar Griya Sukarame dengan nomor perkara 168/Pdt.G/2018/PN.Tjk dinyatakan NO (tidak dapat diterima).
"Gugatan penggugat tidak dapat diterima, menghukum penggugat untuk membayar biaya perkara sebesar Rp1.530.000," kata hakim di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Selasa (9/4/2019).
Atas putusan itu, kuasa hukum dari warga Pasar Griya menyatakan pikir-pikir dalam perkara ini. Saat diwawancarai, Kuasa  Hukum dari LBH Bandar Lampung, Chandra Muliawan, mengatakan bahwa putusan itu dinyatakan kurang pihak tergugat lantaran LBH tidak memasukkan Kejaksaan Negeri Bandar Lampung sebagai penerima hibah.



Sebenarnya, kata Chandra, dalam replik sudah dijawab bahwa penetuan pihak di dalam peradilan perdata itu sepenuhnya hak penggugat.

Pihaknya sangat menyayangkan putusan majelis hakim, lantaran proses persidangan ini sudah berlangsung panjang, bahkan pembuktiannya sampai materil. "kita patah di wilayah formil. Persoalan ini kita akan rembuk lagi ke masyarakat karena ini kepentingan masyarakat apa-apa hak yang akan dilakukan," katanya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR