BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Arif Subagio (20) Warga Jalan Sunda Kelapa Kelurahan Negeri Olok Gading, Kecamatan Telukbetung Barat, Bandar Lampung  didakwa Jaksa Penuntut Umum Dengan pasal 81 Ayat (2) UU RI Nomor 17 tahun 2006 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang undang Nomor 1 tahun 2006 tentang perubahan kedua UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, atas perbuatan cabul yang dilakukannya terhadap YS (15) pada tiga April 2018 silam.

Dalam dakwaan Jaksa Eka Septiana mengatakan, perbuatan terdakwa yang dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan atau membujuk anak yakni YS melakukan persetubuhan dengannya atau orang lain.
Perbuatan terdakwa lanjut Jaksa bermula pada 3 April 2018, sekitar pukul 01.00 Wib, dimana saat itu keduanya berkenalan di gedung aula kapal Brow Kecamatan Telukbetung Barat, lalu keduanya berpacaran, karena saat itu suasana di lokasi gelap, rekan dari korban telah tidur, terdakwa mengajak saksi korban melakukan hubungan badan.
"Korban hanya diam waktu diajak untuk berhubungan badan, pada saat hendak melakukan hubungan badan korban memberontak, namun terdakwa membujuk dengan mengatakan dia akan bertanggungjawab jika terjadi sesuatu," ujar Jaksa.
Perbuatan cabul yang dilakukan terdakwa kembali terulang dua hari setelah kejadian tersebut, dimana saat itu terdakwa mendapat pesan singkat dari Adam dan Tesa rekanya, kedua rekanya mengatakan jika Saksi korban tengah kesepian di rumah mereka. Pesan singkat terdakwa dijawab tidak bisa karena besok akan bekerja, kata Jaksa.
Lalu sekitar pukul 19.30 Wib, kedua rekanya itu menjemput terdakwa dengan mengatakan jika YS sedang berada dirumahnya dan merasa kesepian, terdakwa kemudian ikut bersama dua rekannya menggunakan satu motor.
Sesampai di rumah Adam di sekitaran Kelurahan Gotong Royong, dua rekanya itu langsung masuk kamar, sementara terdakwa dan saksi korban ngobrol di ruang tamu, setelah kedua rekanya keluar dari dalam kamar, terdakwa mengajak korban masuk ke dalam kamar saat itu pencabulan kembali terulang.
Seusai keduanya melakukan hubungan badan, tidak disangka keluarga dari korban menjemput korban di rumah itu, lalu terdakwa diantarkan rekanya pulang. Setelah dilakukan visum terhadsp korban di Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek, dengan nomor 357/2112.9.A/VII.02/IV/2018, menyatakan jika selaput darah mengalami luka robek baru.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR