BANDAR LAMPUNG 9Lampost.co) -- Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kelas 1A, Tanjungkarang, menjatuhkan pidana penjara terhadap Pendie (60) dengan pidana penjara selama 5 tahun atas perbuatan cabul yang dilakukanya terhadap anak dibawah umur berinisial SF (7).

Selain pidana penjara yang harus ditanggung, terdakwa Pendie juga diwajibkan membayar pidana denda sebesar Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan penjara.



Hakim Ketua Surono didampingi dua hakim anggota Masriati dan Zuhairi mengatakan, Pendie terbukti secara sah meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 82 Undang-undang Nomor. 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak. Berdasarkan keterangan saksi serta alat bukti yang dihadirkan terdakwa dinyatakan secara sah bersalah sebagaimana dalam dakwaan jaksa penuntut umum.

"Menjatuhkan pidana penjara oleh karena itu terhadap terdakwa Pendie dengan pidana penjara selama 5 tahun dikurangi selama terdakwa menjalani masa tahanan. Menjatuhkan pidana denda sebesar Rp200 juta Subsider 3 bulan kurungan," kata Hakim Surono.

Vonis hakim lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum yang menuntut terdakwa selama 7 tahun dan enam bulan penjara. Atas putusan itu, jaksa dan terdakwa menyatakan terima.

Perbuatan yang dilakukan terdakwa bermula saat terdakwa mengantarkan korban untuk berangkat ke salah satu sekolah di Bandar Lampung. Sesampai di sekolah, korban menunggu di depan kelas lantaran kelasnya sedang dipakai oleh murid lainnya.

Saat itu terdakwa yang keseharian mengantar korban, memanggil korban dengan berpura-pura merapihkan pakaiannya, bukan merapihkan pakaian justru korban memasukan tangannya kedalam celana dan meremas dada saksi korban.

"Salah satu guru yang melihat perbuatan tersebut, memanggil korban dan bertanya siapakah yang mengantarkannya itu, Korban menjawab bahwa pria tersebut adalah abudemennya," kata Hakim.

Dari situ guru tersebut memanggil keluarga korban.Kemudian keluarga korban melaporkan perbuatan Pendie tersebut kepada kepala sekolah sehingga terdakwa ditangkap petugas.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR