BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Beberapa komoditi yang dominan memberikan andil dalam pembentukan inflasi bulan Juni di Bandar Lampung mencapai 0,98% diantaranya, angkutan antarkota, cabai merah, bawang merah, kendaraan rental, ayam hidup, daging ayam ras, baju muslim, cumi-cumi, bayam, dan tomat sayur.
Kepala BPS Lampung, Yeane Irmaningrum mengatakan inflasi Kota Bandar Lampung menempati peringkat ke-21 dari 82 kota yang diamati perkembangan harganya. 
"Dari 82 kota, seluruh kota mengalami inflasi dan tidak ada kota yang mengalami deflasi,"kata dia, Senin (2/7/2018).
Inflasi tertinggi terjadi di Tarakan sebesar 2,71 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Medan dan Pekanbaru sebesar 0,01 persen.

Kota Bandar Lampung, pada Juni 2018 berdasarkan penghitungan inflasi tahun kalender (point to point) sebesar 2,52 persen, dan inflasi year on year (yoy) adalah sebesar 3,06 persen.
"Lima kelompok pengeluaran mengalami inflasi di Kota Bandar Lampung, yaitu kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan naik sebesar 2,48 persen, kelompok bahan makanan 2,06 persen,  kelompok sandang 1,38 persen,  kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,24 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,02 persen,"paparnya. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR