LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 10 June
7846

Tags

LAMPUNG POST | Buruk Rupa Beras Si Miskin
Raskin rusak. ovumnews.com

Buruk Rupa Beras Si Miskin

PEMERINTAH Pusat menggulirkan program beras bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah sejak 1998. Perlindungan sosial ini bertujuan mengurangi beban pengeluaran rakyat berpenghasilan rendah dalam pemenuhan kebutuhan pokoknya.
Program beras bersubsidi kini disebut beras untuk keluarga prasejahtera (rastra). Sebelumnya beras untuk keluarga miskin (raskin), juga upaya pemantapan ketahanan pangan sebagai penjabaran cita ke-7 dari Nawacita dalam RPJMN 2015—2019.
Setiap keluarga prasejahtera mendapat alokasi rastra 15 kg/bulan dengan biaya tebus sebesar Rp1.699/kg di titik distribusi. Pemerintah mengalokasikan pagu rastra tahun 2017 ini sebanyak 14.212.742 keluarga penerima manfaat (KPM).
Di Lampung terdapat 603.223 KPM mendapat jatah rastra. Mereka tersebar di 14 kabupaten/kota, sedangkan untuk Bandar Lampung, tahun ini mulai berlaku KPM bantuan pangan nontunai (BNPT) dengan alokasi Rp110 ribu/bulan untuk membeli bahan pangan selama setahun di e-warong yang telah ditetapkan.
Sebagai bahan pokok, beras memberi dampak kehidupan sosial, politik, dan utamanya perekonomian. Karena itu, beras menjadi komoditas yang berperan besar terhadap garis kemiskinan. Mirisnya, penyaluran beras yang diperuntukkan keluarga miskin itu acap mengalami penyimpangan.
Terbaru, temuan Komisi II DPRD Lampung Utara terhadap ratusan karung rastra di gudang Bulog Subdivre Lampung Utara di Desa Mulangmaya, Kotabumi Selatan, Kamis (8/6). Beras itu tidak layak dikonsumsi karena berkutu dan berwarna merah. Sebagian isi karung juga tidak sesuai timbangan yang mestinya 15 kg tapi hanya 14,7—14,8 kg.
Temuan rastra tidak layak konsumsi bukan pertama kali ini terjadi. Sebelumnya, sudah sering terungkap di media, rastra tak layak konsumsi ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Sudah saatnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelisik permainan dalam pendistribusian rastra ini.
Rastra, yang tujuannya mengurangi pengeluaran rakyat miskin untuk memenuhi kebutuhan berasnya, semestinya tidak dipermainkan dengan kualitas beras yang buruk. Harga tebus rastra yang murah bukan berarti masyarakat mendapatkan beras dengan kualitas buruk pula.
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menjamin kualitas beras untuk keluarga prasejahtera ini meningkat. Bahkan, KPM bisa menukar langsung ke gudang Bulog jika menerima rastra berkualitas jelek. Tapi kenyataannya, banyak beras tak layak konsumsi yang diperuntukkan rakyat miskin.
Bulog sebagai penyalur harus bertanggung jawab atas kualitas rastra ini. Membangun sumber daya manusia berkualitas haruslah dimulai dengan memperhatikan pemenuhan kebutuhan makanan yang sehat. Jika masyarakat miskin terpaksa mengonsumsi makanan tak layak, tidak akan beranjak negeri ini dari kemiskinan. n

LAMPUNG POST

BAGIKAN


TRANSLATE

REKOMENDASI

  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv