BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh warga Nahdliyin se-Indoesia dan kepada Ketua Umum PBNU Said Aqil Siadj atas ucapannya dalam sambutan hari Santri ke-III 22 Oktober lalu.

Dalam pernyataan permintaan maafnya, Zainudin menjelaskan bahwa ucapannya didalam sambutan tersebut tidak bermaksud untuk menebar kebencian atau menyingung Ketua Umum PBNU dan keluarga besar Nahdiyin seluruh Indonesia.



Menanggapi hal tersebut, Ketua Forum Penegak Kehormatan NU Muhammad Irfandi mengatakan sebagai umat manusia, tentunya harus saling memaafkan. Namun untuk persoalan ini menyangkut jemaah NU, sehingga ada prosedur yang harus dilakukan oleh Zainudin Hasan.

“Kalau maaf kita pasti maafin, tapi lebih lanjut kan hak prerogratif di jamaah, kalau secara pribadi saya tidak ada persoalan dengan Zainudin,” kata Irfandi kepada Lampost.co, Rabu (25/10/2017).

Untuk itu, kata Irfandi, sebelum prosedur terebut dilakukan Zainudin, FPKNU tetap akan menuntut prose hukum di lanjutkan. Menurut dia persoalan dengan internal NU secara menyeluruh belum selesai. Ada tahapan yang belum dilakukan Zainudin.

“Secara formal belum. Ada langkah-langkah kongkrit silahkan diambil pak Zainudin, NU itu secara struktur ada aturan main, secara formal silahkan datang dulu,” ujarnya.

Dia mengatakan, Bupati Zainudin hendaknya menghadap ke Ketua NU untuk membicarakan persoalan ini. “Sebelum dia minta pun kami di forum sudah maafkan, tapi maafnya seperti apa,dan permintaan maaf seperti apa, persoalannya begini, ini kan pembicaraan di muka umum dan secara gamblang, ada tataran yang harus di lalui pak Zainudin, ngadep pak ketua dulu, nanti kita lihat ke depan, gitu lo,” jelasnya.

Adapun pelaporan di Polda Lampung, dirinya mengaku masih terlalu dini untuk membicarakan pencabutan laporan. “Saya gak bisa bilang itu sekarang masih terlalu pagi lah, dia kan baru minta maaf. Intinya gini kalau maaf jelas sudah kita maafin, tapi kalau persoalan hukum ini hanya ending final nya, kita hanya menjaga supaya jangan ada gerakan dekonstruktif dari jemaah NU secara meluas ya, ini yang kita tahan,” kata dia.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR