PRINGSEWU (Lampost.co)--Temuan Komisi IV DPRD Kabupaten Pringsewu terkait sering terlambatnya dokter spesialis masuk kerja mendapat tanggapan Bupati Sujadi.

Bupati Pringsewu H. Sujadi usai rakor bulanan pemkab, di Sukoharjo, Rabu (27/9/2017), mengatakan akan memelajari persoalan yang terjadi pada dokter spesialis, yang informasinya banyak dokter yang bekerja di rumah sakit swasta.



Pemkab Pringsewu pun sudah memberikan insentif kepada dokter spesialis."Pemerintah sudah memberikan insentif kepada para dokter spesialis dengan wajar," ungkapnya. Namun tidak mendapat mobil dinas dan rumah dinas.
Jika anggaran Pemkab di masa mendatang memang mencukupi, tentu bisa di pikirkan. Yang paling penting dan harus diingat bahwa dokter terikat sumpah selaku ASN. "Kalau memang memahami tugas dan fungsinya selaku ASN, pasti tidak akan terjadi masalah," ungkapnya.

Bupati Sujadi akan menanyakan hal ini ke Kementrian terkait dengan regulasi tugas dokter spesialis. Apakah Pemkab bisa mengeluarkan regulasi tambahan untuk mengikat dokter spesialis agar tidak lagi memprioritaskan praktek di rumah sakit swasta.
Menurutnya, regulasi dari kemenkes memang sudah ada, tetapi jika Pemkab membuat regulasi tambahan bermasalah atau tidak.

Sementara itu, Komite Medik RSUD Pringsewu, Eko Purnanto saat dikonfirmasi melalui telepon, mengaku bahwa tidak semua dokter spesialis datang terlambat masuk kerja di RSUD.
"‎Yang jelas perlu ada pembenahan berkomunikasi antara dokter spesialis dengan manajemen, sebab selama ini tidak tersambung dengan baik itu yang membuat teman-teman dokter kecewa," ungkapnya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR