LIWA (Lampost.co)--Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus bersama wakil bupati Mat Hasnurin, Kapolres AKBP Tri Suhartanto, Kasdim, Kemenag Lambar dan sejumlah pejabat pemkab Lampung Barat menghadiri peletakan batu pertama dimulainya pembangunan masjid Darussalam lingkungan Sukamaju, Kelurahan Way Mengaku, Kecamatan Balikbukit.

Acara peletakan batu pertama yang di awali salat Ashar berjamaah tersebut, Bupati Lampung Barat mengapresiasi langkah panitia yang telah berupaya meluangkan waktu, tenaga,  pikiran hingga materi dalam merealisasikan pembangunan rumah ibadah di lingkungan sukamaju tersebut. "Membangun sarana ibadah tidak hanya bisa dengan mimpi, tetapi dengan mimpi akan membangun spirit untuk mewujudkan dan merealisasikan harapan yang di cita-citakan," kata Bupati.
Parosil mengajak seluruh masyarakat berlomba-lomba dan saling bahu membahu dalam kebaikan, menyumbangkan sedikit harta yang di miliki untuk pembangunan rumah ibadah sebagai bekal dan tabungan di akherat kelak.
"Pemerintah memiliki tanggung jawab memberikan dukungan. kita sama-sama berdoa supaya mimpi dan harapan pembangunan masjid bisa segera terujud. Saya mengajak kita semua untuk menyumbangkan sebagian dari harta kita untuk rumah ibadah sebagai tabungan di akhirat," ajak Parosil.



Sementara Ketua Panitia pembangunan, Abdul Rosit mengatakan  masjid Darusalam dibangun sekitar tahun 1996 oleh pemerintah  pasca terjadinya gempa Liwa tahun 1994. Sejak dibangun kata dia sudah pernah di lakukan perbaikan, namun kondisinya saat ini cukup memprihatinkan. 

Selama ini masjid Darusalam menjadi salah satu masjid persinggahan warga dalam perjalanan jauh. "Karena kondisinya cukup memprihatinkan, masyarakat telah lama ingin memperbaiki tetapi baru bisa terealisasi saat ini," kata Abdul rosid. Bahkan kata dia, rehab masjid Darussalam tersebut oleh masyarakat tergolong nekat, mengingat dari rencana anggaran pembiayaan secara menyekuruh mencapai sekitar Rp 940 juta, saat ini panitia memiliki dana kas sekitar Rp100 juta. "Tapi alhamdullilah begitu masyarakat gotong royong memulai pembangunan bantuan dari hamba allah berdatangan, ada yang bantu Batu, Pasir, Semen, Kayu. Bahkan tadi pas masih gotong royong ada tukang ikan yang lewat dan bantu ikan buat makan bersama. Ternyata memang banyak yang ingin bersedekah," kata dia.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR