GUNUNGSUGIH (Lampost.co) – Saat ronda di Kecamatan Seputihraman, Bupati Lampung Tengah Mustafa  menghadiri upacara adat ngenteg linggih di Kampung Buyutbaru,  Kecamatan Seputihraman,  Lampung Tengah (Lamteng), Kamis (5/10/2017) malam.
Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama dan ribuan umah Hindu di Kampung Buyutbaru. Mereka tumpah ruah di Pure Puseh yang merupakan pura kampung setempat.
Tokoh masyarakat setempat, Nyoman Gunadi,  menerangkan ngenteg linggih merupakan salah satu upacara agung yang dilakukan umat Hindu sebagai bentuk kesiapan dan kemantapan masyarakat Hindu untuk menetap tinggal di Kampung Buyutbaru, Lampung Tengah.
"Upacara sakral ini dilakukan setelah mereka (warga Hindu, red)  telah menetap di kampung tersebut selama minimal 50 tahun sejak warga Bali masuk ke kampung tersebut dan mereka tidak akan pindah-pindah lagi atau kembali ke Pulau Bali," ujarnya.
Nyoman Gunadi yang juga camat Seputihraman ini menambahkan untuk mencapai upacara tersebut berbagai ritual dilakukan,  seperti penyembelihan hewan kurban untuk persembahan,  pembuatan sesajen, kegiatan kesenian adat Bali, meminta tirte ke Pulau Dewata Bali, serta kegiatan melasti ke laut dengan prosesi yang harus diikuti umat Hindu. 
Ngenteg linggih ini,  lanjut Nyoman, juga baru bisa dilakukan jika semua tatanan adat Bali sudah terpenuhi,  seperti tempat suci yang disebut trikayangan desa atau tempat ibadah bagi umat Hindu sudah lengkap. 
"Upacara ngenteg linggih ini sudah dilaksanakan tiga kampung di Kecamatan Seputihraman,  salah satunya adalah Kampung Buyutbaru ini. Harapan kami 9 kampung di Seputihraman yang ada umat Hindu-nya bisa melakukan ngenteg linggih ini. Tahun depan Kampung Rama Nirwana juga akan melakukan upacara adat ini, " pungkasnya. 
Pihaknya berharap  dengan adanya upacara ngenteg linggih ini dapat lebih mempersatukan seluruh umat Hindu di Kecamatan Seputihraman, menjaga keutuhan dan rasa persatuan,  serta menciptakan kehidupan yang toleransi antarumat beragama. Sebab, Seputihraman merupakan kecamatan yang masyarakatnya heterogen. 
Sementara itu, Bupati Lamteng Mustafa menyatakan kebanggaannya kepada seluruh umat Hindu di Seputihraman yang selalu menjaga keutuhan dan saling toleransi antar umat beragama lainnya. Selain itu masyarakatnya juga dikenal guyub dan rukun yang membuat masyarakat Seputihraman menjadi damai,  aman dan sejahtera. 
"Saya berpesan kepada seluruh masyarakat Seputihraman agar terus menjaga kekompakan serta rasa persatuan dan kesatuan masyarakatnya. Dengan ini seluruh masyarakat Lamteng menjadi damai dan sejahtera," ujarnya.
Bupati Ronda ini menambahkan Seputihraman merupakan kecamatan yang multi etnis, tidak hanya umat Hindu, akan tetapi banyak juga umat muslim, Katolik, Kristen, dan Budha yang tinggal di Kecamatan Seputihraman. 
Kendati demikian masyarakatnya bisa hidup secara berdampingan dengan kompak, saling menjaga, saling menyayangi dan saling peduli dengan sesama. "Saya berharap kekompakan seperti ini dapat terus dijaga, demi Lampung Tengah yang aman,  damai dan sejahtera," pungkasnya. 
Usai upacara ngeteg linggih, Bupati melanjutkannya dengan keliling ronda di sejumlah kampung di Seputihraman. Dalam rangka menjaga keamanan, Mustafa terus konsisten melaksanakan ronda dari kampung ke kampung. Ia menargetkan Lampung Tengah bisa menjadi kabupaten zero kriminalitas.

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR