SUKADANA--Menyambut perayaan Hari Raya Nyepi, delapan sanggar budaya Bali menggelar Festival Ogoh Ogoh di Desa Pringgodani, Kecamatan Sukadana, Lampung Timur, Jumat (24/3/2017).

Festival dibuka Bupati Lampung Timur, Chusnunia Chalim, dan dihadiri Kepala Dinas Pariwisata, Almaturidi, Wakapolres Lampung Timur, Kompol Rahmadi Hasbi, Camat Sukadana, Cencen dan jajaran forkopimcam.

Dalam sambutannya Chusnunia mengatakan bahwa ogoh ogoh akan dimasukkan dalam Festival 2018, sehingga Lamtim akan memiliki obyek wisata budaya yang beranekaragam.
Dalam kegiatan itu Bupati turut mengiringi dan menari tarian khas Bali yang di iringi ogoh ogoh dari delapan sanggar.

Sangar budaya itu antara lain Bhayangkara dan Gita Prasetya Budaya dari Raman Utara, Cemara Mekar dan Gita Nusantara dari Sukadana, Sekar Jagat dari Marga Tiga, Krama Loka dari Sekampung Udik, Abdi Budaya  dari Waway Karya dan  Kecamatan Way Jepara menurunkan sanggar Gong 2000.
Mengenakan kebaya warna ungu motif kembang pink, dengan gemulai tangan Bupati yang akrab disapa Nunik, meliuk-liun mengikuti irama musik khas Bali.

Di belakangnya sejumlah ogoh ogoh yang dipanggul anak-anak muda seolah turut menari bersama orang nomor satu di Lamtim itu.

Perayaan ogoh ogoh yang dalam tradisi Hindu Dharma melambangkan sebagai keinsyafan manusia terhadap kekuatan alam semesta dan waktu yang maha dahsyat.

Ketua Panitia Festival, Gusti Ketut Putra Yasa, mengatakan bahwa waktu terus berjalan, tidak pernah berhenti dan ogoh ogoh itu sangat identik dengan filosofi kalau kita tidak bisa menghargai waktu, maka akan kita akan dihancurkan oleh waktu itu.

Gusti juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Lampung Timur yang telah memberikan support, dan dorongan moril sehingga umat beragama dapat melaksanakan kerukunan, menghargai kebhinekaan, aman, nyaman dan dapat bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR