KALIANDA (Lampost.co)--Bupati Lampung Selatan menargetkan pendataan seluruh aset daerah baik aset bergerak maupun tidak bergerak dapat selesai seluruhnya pada akhir tahun 2018.

Bupati Zainudin Hasan mengatakan hal itu usai memimpin rapat koordinasi (rakor) bulanan jajaran pejabat Pemkab Lampung Selatan, Kamis (19/1/2018), di Aula Krakatau Kantor Bupati Lamsel.
Dia meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat bergerak cepat menyertifikatkan seluruh aset daerah tidak bergerak maupun menginventarisir seluruh aset dalam bentuk barang yang tidak bergerak.
Sebab, Bupati menilai masih ada aset-aset milik Pemkab yang belum terinventarisir, sehingga dikhawatirkan dapat menimbulkan permasalahan ketika ada pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam rangka penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tahun 2018.
“Ya, kalau mau dihapus silahkan ikuti prosedur yang berlaku. Saya minta juga aset-aset kita seperti tanah dapat segera sertifikat agar tidak diklaim oleh masyarakat,”jelas dia.
Adik Kandung Ketua MPR-RI itu, menilai pencapaian WTP pada tahun 2017 lalu dirasakannya sangat berarti bagi Kabupaten Lampung Selatan berjuluk Gerbang Krakatau itu. Pasalnya, Pemkab Lamsel mendapatkan dana segar usai mendapatkan predikat WTP tersebut mencapai Rp35 miliar.
“Kalau Rp35 miliar ini kita bangunkan jalan, anggap saja 1 KM itu seharga Rp2-3 miliar, sudah berapa panjang jalan yang kita bangun dari dana hasil pencapaian WTP ini,” tegasnya.
Oleh sebab itu, dia menekankan betul agar OPD serius dalam menginventarisir aset-aset milik Pemkab Lampung Selatan agar  hasilnya dapat menguntungkan Lamsel.
“Mungkin masih ada saja aset-aset kita ini yang belum terinventarisir. Nah, saya minta OPD bisa mengejarnya dan ada barang-barang terdahulu yang sudah tidak diketahui lagi keberadaannya hal itu bisa lakukan penghapusan. Koordinasi yang baik dan peningkatan kinerja dapat terus dilakukan, demi membangun Lampung Selatan yang lebih baik lagi,”katanya. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR