LIWA (Lampost.co)--Kabupaten Lampung Barat tahun 2018 mendapat alokasi bantuan sosial (Bansos) beras sejahtera (rastra) yang diperuntukan bagi 20.791 keluarga penerima manfaat (KPM) yang tersebar di 15 kecamatan dengan total lebih dari 200 ton setiap bulannya.

Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, menegaskan jika dalam pendistribusian  Bansos Rastra yang masing-masing KPM memperoleh 10 kg/bulan bersifat gratis dan tidak boleh ada pungutan biaya.
"Tidak menutup kemungkinan dalam pendistribusiannya ada permasalahan. Untuk itu saya selaku bupati menekankan kepada seluruh Camat, Peratin (kepala desa), dan media untuk sama-sama melakukan pengawasan sehingga beras sejahtera benar-benar sampai gratis dan sampai ke penerima manfaat," kata Bupati saat peluncuran Bansos Beras Sejahtera di Aula Kagungan Pemkab Lambar, Selasa (13/2/2018).
Selain itu, untuk mencegah terjadinya persoalan dikemudian hari, Bupati meminta bagian perekonomian Pemkab Lampung Barat untuk menyosialisasikan kepada seluruh perangkat pekon terkait petunjuk pelaksana (Juklak) dan petunjuk Tekanis (Juknis) serta  ketentuan dalam penyaluran beras sejahtera.
"Tidak menutup kemungkinan beberapa pekon kondisinya tidak bisa dijangkau kendaraan roda empat maupun roda dua, ini harus dicarikan solusi. Jangan sampai ketidaktahuan peratin justru menimbulkan persoalan hukum. saya minta bagian perekonomian menyampaikan juklak dan juknisnya supaya semua peratin memahaminya," kata dia.
Sementara Kepala Bagian Perekonomian, Ronggur L tobing dalam laporannya mengatakan, dari 20.971 KPM yang tersebar di 131 pekon dan lima kelurahan pada 15 kecamatan, masing-masing memperoleh 10 KG setiap bulannya atau total sebanyak lebih dari 200 ton. "Kami sampaikan kepada bapak bupati, jika di tahun 2017 dikenakan biaya sebesar Rp 1.600/ Kg,   di tahun 2018  kami sampaikan semua gratis dan tidak dipungut biaya apapun," kata Ronggur.

PENULIS

Aripsah

TAGS


KOMENTAR