LIWA (Lampost.co) -- Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus dan Wakil Bupati Mad Hasnurin menyerahkan bantuan pupuk pada kegiatan intensifikasi tanaman kopi 2018 di Kecamatan Air Hitam dan Pagardewa, Senin (9/7/2018).

Selain bupati dan wakil bupati juga turut hadir Ketua DPRD Lambar Edi Novial, beberapa kepala OPD Lambar, camat Pagar Dewa dan Air Hitam , USPIKA dan undangan.



Dalam sambutanya Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus mengatakan Kabupaten Lampung Barat sebagai wilayah dengan topografi yang berbukit dan dataran tinggi serta tanah yang subur dan menjadi daerah perkebunan dengan mayoritas sebagai petani kopi.

"Lampung Barat ini penghasil kopi terbesar dan memiliki lahan terluas di Lampung," kata Parosil dalam acara penyerahan bantuan pupuk tersebut.

Parosil mengatakan pemerintah melalui anggaran yang ada di daerah maupun di pusat pada tahun 2018 ini akan memberikan bantuan hibah murni kepada petani/kelompok tani yang membudidayakan tanaman kopi diantaranya berupa program peremajaan, optimalisasi lahan, diversifikasi, serta intensifikasi tanaman kopi yaitu bantuan alat dan mesin, bibit kopi, pupuk, obat-obatan, selain pembinaan dan pendampingan yang terus dilakukan.

Kegiatan intensifikasi tanaman kopi ini, lanjut dia, bertujuan untuk meningkatkan hasil produksi dan produktivitas kopi dengan sasaran petani kopi yang kurang mampu, dengan harapan produktivitas kopi masyarakat yang mendapatkan program tersebut akan meningkat, sehingga berdampak pada peningkatan pendapatannya.

Dia mengatakan walaupun pada tahun ini masih terbatas, bantuan stimulan berupa pupuk NPK non subsidi masing-masing penerima manfaat akan menerima 100 kg. Akan tetapi yang lebih penting adalah bagaimana pembinaan dan pendampingan yang dilakukan dapat merubah kebiasaan masyarakat selaku petani untuk dapat melaksanakan budidaya, penanganan panen, pasca panen dan pengolahan kopi yang baik dan benar (good agriculture practicces).

“Sama-sama kita katahui bahwa petani dalam melaksanakan usaha budidaya tanaman kopi tidak terlepas dari berbagai kendala di setiap tahunnya. Kendala yang dihadapi tersebut jika tidak ditanggulangi dengan baik dan benar maka akan berdampak pada penurunan produksi dan produktivitas tanaman kopi," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR