BANDAR LAMPUNG--Pengelola Perumahan Bumi Rajabasa Residence melaporkan Aswinsyah dkk ke Polda Lampung atas dugaan penggunaan dan pembuatan surat palsu.

Pelaku dilaporkan karena mengirimkan surat tembusan kepada Pelapor dengan mengirimkan surat berbentuk pengakuan hak dari 15 orang ahli waris, sementara faktanya pemilik tanah tersebut hanyalah satu orang tertera dalam surat tanah.



Kuasa hukum pelapor, Lukman Nur Hakim dan David, mengatakan perkara tersebut dilaporkan karena secara hukum pemilik tanah tersebut bukan terlapor Aswinsyah, melainkan Suhatsyah. Jadi provokasi yang tidak berhak dengan mengirimkan surat tembusan kepada pelapor adalah tindakan tindak pidana pembuatan surat yang isinya tidak benar.

"Berdasarkan surat pernyataan kepemilikan dan sporadik tertanggal 20 November 2013, nama pemilik terakhir ialah Suhatsyah" ujar Kuasa hukum pelapor usai melaporkan perkara itu ke Polda Lampung, Jumat (12/5/2017).
Kuasa hukum pelapor menuturkan, terdapat beberapa hal yang menjadikan surat dinyatakan palsu yakni mengubah, menambah dan isi surat tersebut tidak benar.
"Seharusnya yang mengaku pihak ahli waris lain selain Suhatsyah tidak boleh mengganggu calon pembeli, karena Pengikatan Jual Beli di notaris tidak berurusan dengan beberapa ahli waris namun hanya satu nama yakni atas nama dalam surat," ujar Tim kuasa pengelola perumahan itu.

Ditambahkannya juga, pembuatan sporadik terlaksana dilakukan berdasarkan surat-surat yang ditandatangani 14 orang ahli waris yakni surat penyerahan kepada salah satu orang ahli waris. Hal lainnya sebagai dasar laporan polisi ialah spanduk di lokasi yang mengaku pemilik tanah menjadi alat bukti petunjuk penguat laporan, serta adanya konfirmasi kepada beberapa orang yang mengaku ahli waris mengatakan tidak pernah mengetahui surat-surat yang mengatasnamakan 14 orang ahli waris ke pihak lain. Sehingga membuat pelapor lebih yakin bahwa ada pihak yang tidak bertanggungjawab berusaha membuat kegaduhan dengan mengirimkan surat yang isinya tidak benar, yakni surat palsu. Kasus ini dilaporkan sesuai laporan Polisi Nomor: Lp/B-542/V/2017/SPKT 12 Mei 2017.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR