LIWA (Lampost.co)--Bunga bangkai atau bahasa latinya yaitu bunga amorphophallus titanum di Taman Araceae Kebun Raya Liwa pagi Jumat (8/6/2018), mekar sempurna.
Bunga itu asalnya diambil dari Jungku Bawangheni Pekon Hanakau, Sukau, Lambar pada 15 Januari 2017 yaitu mekar setelah dibudidayakan selama 1,5 tahun.
Boge Ari Prabowo dan Cakra Aditama sebagai penanggung jawab pembibitan di taman Araceae dan KRL, di lokasi mengaatakan budi daya awalnya dimulai dari umbi. Kemudian dibudidayakan dan saat ini sudah mekar. Aromanya mengeluarkan bau busuk.
Proses pembungaan berlangsung sejak 24 April lalu yang awalnya keluar berupa tunas bunga sepanjang 20CM lalu berkembang menyerupai keris.
Saat mengembang tingginya mencapai 170CM diukur dari umbi dan lebar bunga berdeameter 220 cm. Masa bertahan mekar diperkirakan mencapai 24 jam hingga 36 jam setelah mekar sempurna.
Bunga bangkai itu merupakan salahsatu tanaman yabg dilindungi dan salahsatu tanaman koleksi KRL. Bunga ini akan dikembangkan lagi di kawasan KRL agar banyak masyarakat mengetahuinya.
Bunga ini merupakan salahsatu bunga langkah yang merupakan bunga majemuk terbesar di dunia. Jika dibudidayakan di tanah tanpa media pot maka ketinggian bisa mencspai 4 meter.
Bibitnya didapat di areal perkebunan masyarakat. Bunga ini terdiri dari berbagai jenis namun ini adalah jenis yang paling besar. Diperkirakan masih banyak umumnya terdapat di kawasan TNBBS dan hutan lindung kawasan Sukau. Tapi tidsk semua kawasan hutan lindung menjadi habitatnya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR