PALEMBANG (Lampost.co)-- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno memulaiv Ekspedisi Tembus Tol Trans Sumatera ruas Bakauheni- Palembang sepanjang 450 Km, Rabu (29/8/2018).

Ekspedisi yang dimulai dari pelabuhan Bakauheni pukul 09.00 WIB dan sampai Palembang pukul 20.00 WIB itu dalam rangka meninjau perkembangan perecepatan pembangunan Tol Trans Sumatera.



"Kami ingin meninjau sekaligus menunjukkan perkembangan proyek Trans Sumatera ruas Bakauheni sampai Palembang. Saya juga ingin memastikan bahwa proyek ini berjalan sesuai dengan yang direncanakan serta menerapkan prinsip keselamatan kerja yang baik," kata Menteri BUMN Rini Soemarno usai meninjau Jwmbatan Sodong, Pematangpanggang kabupaten Mesuji.

Selain lokasi chek point 2 itu, menteri BUMN disambut Bupati Mesuji Khamami, Kapolres dan Wakapolres Mesuji.  Ekspedisi ini juga diikuti  Deputi Bidang Jasa Keuangan, Survei dan Konsultan Gatot Trihargo dan Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Aloysius Kiik Ro, Staf Khusus III Wianda Pusponegoro, Direktur Utama (Dirut) Waskita Karya I Gusti Ngurah Putra, Dirut Hutama Karya Bintang Perbowo, Dirut BNI Achmad Baiquni, Dirut Mandiri Kartika Wirjoatmadja, Dirut BTN Maryono, Dirut Adhi Karya Budi Harto, Dirut PTPP Lukman Hidayat, Dirut PPI Agus Andiyani, serta Direksi lainnya dari Telkom, Wijaya Karya, Adhi Karya serta Pertamina.

Turut serta juga Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia ( YLKI) Tulus Abadi, Presidium Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Akademisi Universitas Sriwijaya Erika Bukhari, dan Akademisi Universitas Lampung, Mahatma Kufepaksi.

Menteri BUMN Rini Soemarmo saat meninjau ekspedisi JTTS Bakauheni-Palembang . (Foto:Lampost/Aan Kridolaksono)

Rini meminta standar keselamatan kerja diutamakan. Untuk itu, ia ingin meninjau  proyek tol trans sumatera secara berkala. Proyek ini dapat berjalan baik dengan mengutamakan keselamatan kerja.  "Semoga tidak ada lagi masalah agar bisa segera selesai. Saya juga pada Mei lalu sudah meninjau proyek tol sumatera ini,” ungkapnya.

Ia mengucapkan terima kasih kepada BUMN yang sudah bersinergi menyambung Trans Sumatera. Ungkapan serupa juga ditujukan kepada Astra yang sudah mendukung ekspedisi ini. “Dengan kendaraannya Astra telah  menembus proyek Tol Trans Sumatera," ungkap Rini.

Kehadiran tol Trans Sumatera dapat mempersingkat waktu tempuh antardaerah di Pulau Sumatera, sekaligus akan menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi utama untuk memaksimalkan supply chains system. Sekaligus memberikan dampak peningkatan nilai properti dan potensi pengembangan perumahan.

Sebagai tambahan informasi, Pulau Sumatera merupakan satu dari ribuan pulau di Indonesia dengan beragam potensi alam dan komoditas yang melimpah seperti karet, sawit, kopi, minyak bumi, batu bara serta gas bumi. Dengan melimpahnya kekayaan alam tersebut, pulau ini layak disebut sebagai sentra produksi dan pengolahan hasil bumi serta lumbung energi nasional. 

Selain kekayaan sumber daya alam, potensi pengembangan wilayah di Pulau Sumatera juga sangat terbuka lebar seperti pengembangan kota pariwisata, pengembangan kota industri, dan lain sebagainya. 

Untuk itu, pemerintah melakukan percepatan pembangunan jalan tol di Sumatera melalui penugasan kepada BUMN. Sesuai dengan mandat Pemerintah RI yang dituangkan dalam Peraturan Presiden No. 100 tahun 2014 yang diperbaharui melalui Peraturan Presiden No. 117 tahun 2015, PT Hutama Karya (Persero) mendapatkan penugasan pembangunan dan pengusahaan 24 ruas Jalan Tol Trans-Sumatera sepanjang kurang lebih 2.770 km, dengan prioritas di 8 ruas sepanjang kurang lebih 644 km. 

Kedelapan ruas prioritas tersebut antara lain adalah Medan – Binjai, Palembang – Indralaya, Pekanbaru – Dumai,  Bakauheni-Tebanggi Besar, Terbanggi Besar-Pematang Panggang, Pematang Panggang – Kayu Agung, Palembang – Tanjung Api-Api, Kisaran – Tebing Tinggi yang ditargetkan akan selesai dibangun akhir tahun 2019. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR