BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Politeknik Negeri Lampung (Polinela) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Lampung menggelar Training of Trainers (ToT) pendampingan Badan Usaha Milik Desa(BUMDes), di kampus setempat, Sabtu (6/1/2018). Kegiatan yang diikuti 25 mahasiswa Polinela penerima beasiswa dari Pemprov Lampung ini akan berlangsung selama dua hari hingga Minggu, 7 Januari 2018.
Sebagai pemateri ToT yakni pengajar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Rudy Suryanto, pengajar Universitas Tekhnologi Yogyakarta (UTY) Junaidi, dan Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung Nurdiono.
Rudy dalam paparannya mengatakan pemerintah desa dan masyarakat dalam upaya menggerakkan ekonomi untuk meningkatkan pendapatan desa perlu memahami filosopi BUMDes dengan berlandaskan undang-undang terkait pembentukan, pengelolaan, dan pemburan BUMDes.
Menurut dia, pada penyertaan modal BUMDes masyarakat perlu melihat potensi dan pemilihan jenis usaha agar tidak mengalami kerugian dengan memahami dan memperkuat aspek-aspek pasca pembentukan BUMDes.
"Pentingnya kami melatih peserta ToT, agar mereka dapat memberikan pendampingan pendirian dan pengelolaan BUMDes dengan menggunakan metode pembelajaran, seperti membuat catatan dan pelaporan akuntansi dilakukan dengan sistem aplikasi akuntansi BUMDes," ujar dia.

Ia mengatakan, pada tahap proses pendirian BUMDes, pendamping terlebih dahulu melakukan sosialisasi dengan membentuk tim persiapan untuk memetakan dan memilih jenis usaha, menyusun rancanagan peraturan desa sebelum dilaksanakan musyawarah desa.
Pendamping perannya adalah menumbuhkan jiwa wirausaha dengan dasar-dasar bisnis pada literasi keuangan sehingga warga dapat memetakan potensi memilih usaha yang tepat sebagaimana dalam AD/ART BUMDes, katanya.
Kemudian, Nurdiono mengatakan untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat saatnya sudah dimulai dari desa. Desa merupakan lumbung ekonomi terbesar karena sumber daya alam dan kekuatan pembangunan berada di desa.



"Kalau di kota sudah tidak perlu lagi sisi ekonomi digairahkan karena semua sudah berjalan, disentuh sedikit saja akan bergerak dengan cepat. Sudah saatnya pemerintah menggairahkan ekonomi di desa, terlebih pemerintah pusat gencar membangun desa dengan mengalokasikan dana desa yang cukup besar," kata dia. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR