LIWA (Lampost.co) -- Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Pekon (DPMPP) Lampung Barat (Lambar) pada Juli mendatang akan menginventarisir keberadaan dan kondisi seluruh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) pekon di wilayah itu.

Kabid Pemberdayaan Masyarakat DPMPP Lambar Sumarlin, Kamis (17/5/2018), mengatakan, inventarisir BUMDes pekon itu dilaksanakan mulai dari regulasinya, administrasi, usaha dan lain sebagainya. Hal ini untuk memastikan apakah keberadaan BUMDes pekon itu telah berjalan sesuai  ketentuan. Nanti akan dilihat salahsatunya dari regulasi BUMDes pekon apakah itu sudah benar atau belum.



Selain pada regulasinya, kata Sumarlin, pihaknya juga akan menginventarisir tentang permasalahanya. Inventarisir itu sebagai upaya untuk meningkatkan dan memfungsikan keberadaan BUMDes pekon agar sesuai dengan tujuanya.

Menurutnya, sampai saat ini dari 131 pekon yang ada masih terdapat 1 pekon lagi yaitu Pekon Sukananti Kecamatan Way Tenong yang belum ada BUMDes Pekonya. Hal itu dikarenakan dana desa untuk program BUMDes pekon tersebut sebelumnya bermasalah.

Menurut Sumarlin, dari 130-an BUMDes pekon yang sudah terbentuk hingga saat ini terdapat 10-an yang aktivitasnya sudah berjalan dengan baik. Antara lain  BUMDes pekon Sukajaya (Sumberjaya) mrngelola arung jeram,  BUMDes pekon Sukapura dengan kegiatanya yaitu pengelolaan perikanaan. Kemudian BUMDes Pekon Tanjungraya, Kecamatan Sukau yaitu mengelola kafe kopi dan ada juga sewa menyewa kursi.

Lalu BUMDes Pekon Tigajaya Kecamatan Sekincau usaha pembuatan keripik. BUMDes Pekon Purajaya (Sumberjaya) pengelolaan lingkungan hidup yaitu sampah.

BUMDes Pekon Rigisjaya pengelolaan home industri, BUMDes Pekon Waspada (Sekincau) pengelolaan budidaya kambing, BUMDes Pekon Sebarus budidaya ayam broiler. Pekon BUMDes Pekon Roworejo (Suoh) dan Ringinsari (Suoh) berupa usaha Saprodi.

"Target kita tahun ini minimal ada 15 BUMDes pekon di Lambar yang mendapat nilai terbaik, baik dari sisi usaha, regulasi, administrasi dan lainya," kata dia.

PENULIS

Eliyah

TAGS


KOMENTAR