BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- PERUM Bulog Lampung menggelontorkan operasi pasar cadangan beras pemerintah (OP-CBP) ke pasar-pasar tradisional untuk mengantisipasi gejolak harga jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Bulog Divre Lampung Muhammad Attar Rizal mengatakan pelaksanaan operasi pasar dilakukan seusai perintah Gubernur Lampung untuk menggelontor beras kualitas medium di pasaran guna mencukupi permintaan beras medium.
"Beras medium memang cenderung mengalami kelangkaan, hal itu tidak bisa kami pungkiri akibat dari belum masuknya musim panen dan harga gabah sudah melambung tinggi," kata Attar, Rabu (20/12/2017).
Saat ini harga gabah kualitas gabah kering panen-GKP sudah mendekati Rp5.400/kg di tingkat petani, sedangkan harga beras jenis medium di pasaran pada kisaran Rp9.500—10.500/kg. Harga tersebut sudah lebih tinggi dibandingkan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan menteri Perdagangan dalam Permendag No. 57 Tahun 2017.
Menurut dia, harga beras kualitas medium yang dijual OP-CBP hanya  Rp8.000/kg. Hal itu tentu jauh lebih rendah dibandingkan harga beras medium di pasaran.
"OP-CBP ini untuk memberi pilihan harga dan kenyamanan bagi konsumen. Kami sampaikan konsumen tidak perlu panik, beras kualitas medium di pasar selalu tersedia karena mitra penyalur sudah tersebar di seluruh pasar tradisional," ujar Attar.
Lokasi pasar pelaksanaan OP-CBP meliputi Pasar Tugu, Pasar Pasirgintung, Pasar Bambu Kuning, Pasar Kangkung, Pasar Panjang, Pasar Way Kandis, dan Pasar Sukarame. Selain itu dilakukan penjualan langsung ke permukiman warga.
"Lebih dari 700 ton kami gelontor beras medium ke pasar, alhamdulillah harga lebih stabil dan pilihan atas beras medium selalu ada di pasar. Jadi masyarakat tidak perlu panik terhadap isu kelangkaan beras medium," ujarnya. 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR