BANYAK orang percaya bahwa bulan purnama mengganggu kualitas tidur, sehingga rentan terhadap insomnia. Penelitian yang tertuang dalam Jurnal Sleep Medicine mengungkapkan efisiensi tidur manusia selama bulan purnama cenderung lebih rendah.

Tim peneliti mencermati kualitas tidur 319 partisipan pada fase bulan yang berbeda. Ketika bulan purnama, sebagian besar partisipan tetap terjaga, atau dalam kondisi tidur ringan hampir sepanjang waktu. Selain cahaya bulan yang cerah, minimnya ketebalan tirai jendela juga diyakini mengurangi kualitas tidur. Namun, tim peneliti dari Universitas Basel di Swill kembali memperkuat kesimpulan.



Tim peneliti menemukan korelasi fase bulan dan kualitas tidur. Jelang dan setelah bulan purnama, rata-rata partisipan membutuhkan waktu sekitar 5 menit lebih lama untuk tertidur. Durasi tidur mereka juga turun sekitar 20 menit. Selain itu, kadar melatonin partisipan mulai menurun jelang bulan purnama.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR